Malu
Ini tentang mentertawakan diri sendiri...
.
Pagi hari ketika hadir di sekolah..
.
"Ngapain anak ibu? Pagi - pagi kok sudah mendung?" Aku menyapa Jihan yang duduk dipangkuan salah satu ibu guru. Jihan adalah salah satu anaknya Bu Yayuk. Itu sebabnya aku biasa menyapanya dengan 'anak ibu'.
.
"Syarat sekolahnya kurang, Bu," ibu guru yang menjawab. Ternyata Jihan ingin ke sekolah tempat ibunya mengajar terlebih dahulu sebelum ke sekolah Amalia.
.
"Sini sama ibu ajah," aku pun mengambil Jihan dan menggendongnya. "Kalau menangis, cantiknya bisa hilang lho," aku mencoba menghiburnya.
.
Tapi Jihan tak bergeming. Tetap saja mendung menggayuti wajahnya.
.
"Ok, deh. Kalau gitu, cantiknya Jihan ibu ambil, ya," aku menangkupkan tangan kanan ke wajahnya. Berpura - pura mengambil wajahnya dan memasangkan ke wajahku. "Lihat, nih. Cantiknya Jihan sudah ibu ambil," candaku.
.
Dan Jihan tetap tak terhibur. 😁.
.
Sore harinya....
.
"Jihan gak cantik lagi," ujar ibu guru. "Tadi pagi, cantiknya Jihan sudah diambil Bu Yayuk, khan?" Goda ibu guru pada Jihan.
.
"Gak! Jihan yang cantik," jawab Jihan.
.
"Gak, Ji. Sekarang Bu Yayuk yang cantik," gantian aku menggodanya. "Kalau gak percaya, kita tanya teman - teman, ya," lanjutku.
.
Maka yang terjadi kemudian, aku berdiri didepan anak - anak yang tengah duduk - duduk menunggu dijemput orang tua masing - masing.
.
"Temen - temen, Bu Yayuk cantik khan?" Tanyaku. Begitu percaya diri.
.
Dan serempak anak - anak menjawab, "Gak!"
.
Saat itu, rasanya ingin tenggelam saja ke dasar laut. Karena begitu malunya. 😂.
.
Pagi hari ketika hadir di sekolah..
.
"Ngapain anak ibu? Pagi - pagi kok sudah mendung?" Aku menyapa Jihan yang duduk dipangkuan salah satu ibu guru. Jihan adalah salah satu anaknya Bu Yayuk. Itu sebabnya aku biasa menyapanya dengan 'anak ibu'.
.
"Syarat sekolahnya kurang, Bu," ibu guru yang menjawab. Ternyata Jihan ingin ke sekolah tempat ibunya mengajar terlebih dahulu sebelum ke sekolah Amalia.
.
"Sini sama ibu ajah," aku pun mengambil Jihan dan menggendongnya. "Kalau menangis, cantiknya bisa hilang lho," aku mencoba menghiburnya.
.
Tapi Jihan tak bergeming. Tetap saja mendung menggayuti wajahnya.
.
"Ok, deh. Kalau gitu, cantiknya Jihan ibu ambil, ya," aku menangkupkan tangan kanan ke wajahnya. Berpura - pura mengambil wajahnya dan memasangkan ke wajahku. "Lihat, nih. Cantiknya Jihan sudah ibu ambil," candaku.
.
Dan Jihan tetap tak terhibur. 😁.
.
Sore harinya....
.
"Jihan gak cantik lagi," ujar ibu guru. "Tadi pagi, cantiknya Jihan sudah diambil Bu Yayuk, khan?" Goda ibu guru pada Jihan.
.
"Gak! Jihan yang cantik," jawab Jihan.
.
"Gak, Ji. Sekarang Bu Yayuk yang cantik," gantian aku menggodanya. "Kalau gak percaya, kita tanya teman - teman, ya," lanjutku.
.
Maka yang terjadi kemudian, aku berdiri didepan anak - anak yang tengah duduk - duduk menunggu dijemput orang tua masing - masing.
.
"Temen - temen, Bu Yayuk cantik khan?" Tanyaku. Begitu percaya diri.
.
Dan serempak anak - anak menjawab, "Gak!"
.
Saat itu, rasanya ingin tenggelam saja ke dasar laut. Karena begitu malunya. 😂.
(Posting : fb)
Komentar