Bunyi

Ingatkah ayah bunda saat kecil dulu, ketika tidak mau makan, maka tiba - tiba ada sendok berisi nasi yang 'terbang melayang'? Menjadi mobil, pesawat, helikopter atau kendaraan apapun itu. Disertai dengan bunyi - bunyiannya. Yang akhirnya bermuara didalam mulut. Begitu terus hingga nasi sepiring habis tak bersisa. 😊.
.
Dan tahukah? Ibu guru pun melakukan hal yang sama saat anak - anak mulai 'lelah' untuk mengangkat sendok dan membawanya ke mulut. Bedanya, sendok ini tak hanya menjadi kendaraan saja. Namun bisa juga menjadi beragam hewan.
.
Namun kali ini, ada yang berbeda...
.
"Hibri, ayo nasinya dimasukkan mulut," aku menegur Hibri yang tampak hanya melamun. Membiarkan sendok yang terisi nasi berada dipiringnya. "Pesawatnya mau jalan, nih," aku berinisiatif memegang sendok dan siap 'menerbangkan'n
ya menjadi pesawat.
.
"Gak mau!" Tolak Hibri. "Jadi layang - layang ajah," pintanya.
.
"Ok. Jadi layang - layang," aku menyetujui. Kemudian 'menerbangkan' sendok kesana kemari.
.
"Mana bunyinya?" Tanya Hibri.
.
Ha? Lha ibu belum pernah mendengar bunyi layang - layang. Tapi baiklah demi menghabiskan makan siang, apapun harus dilakukan. 😀.
.
"Ngeng ..... Ngeng.... Ngeng," ujarku.
.
"Itu suara motor," protes Hibri.
.
Waduh.. harus cari yang lain..
.
"Bremm... breeemm.."
.
"Bukan. Itu suara mobil," Hibri kembali protes.
.
Lha terus ibu kudu piye, Nak?
Aku mulai putus asa karena tidak punya ide. Diam sejenak untuk mendapatkan ilham hingga akhirnya...
.
"Psstt.... psssttt," ujarku sambil membawa sendok ke mulut Hibri. Dan berhasil!!!
.
Sejak saat itu, aku tahu bila bunyi layang - layang adalah 'psstt'.... 😅.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer