Buaya

Entah seberapa sulit sebenarnya pengucapan kata 'Bu Yayuk' bagi anak - anak. Karena aku sering kali menemui panggilan ini berubah menjadi 'bunyuk', 'buyuk' bahkan 'bau'. 😄.
.
Dan yang terakhir, seperti ini...
.
Ketika tengah menemani anak - anak bermain, aku merasa punggungku ditepuk dari belakang. Aku pun menoleh dan menemukan Hibri tengah tersenyum seraya memegang mainan pasang bongkar yang dibentuknya menjadi sesuatu.
.
"Hibri, panggil nama ibu guru, ya," aku mengingatkan.
Jadi, di sekolah, anak - anak dibiasakan untuk memanggil nama ibu guru. Tidak hanya menyapa 'bu guru'. Atau menepuk - nepuk tubuh ibu guru, sebagai ganti panggilan.
.
"Pesawat!" ujar Hibri seraya menunjukkan mainan pasang bongkarnya. Tampaknya dia mengabaikan permintaanku tadi.
.
"Wow! Bagus lho. Hibri sudah bisa bikin pesawat," pujiku. "Sekarang, Hibri belajar panggil nama ibu, ya," aku mulai mengajarinya. "Bu - Ya - yuk," aku mengeja persuku kata.
.
"Bu - Ya - yuk," Hibri mengikuti. Juga dengan mengeja perlahan. Setiap suku kata.
.
"Tuh bisa!" Pujiku. "Coba diulangi. Bu Yayuk," pintaku. Dengan cepat.
.
"Buaya!" Ulang Hibri juga dengan cepat.
.
Lha? Kok jadi buaya? 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer