Hanya Lewat

Untuk alasan tertentu, ibu guru kadang memisahkan anak satu dengan lainnya saat bermain bebas.
.
Seperti Hibri dan Rafif.
Saat awal bermain, mereka diminta terlebih dahulu untuk main sendiri - sendiri. Membuat karya tertentu. Setelah itu, baru boleh main bersama.
.
Karena bila langsung main bersama, keduanya 'hanya' akan berlari kesana kemari. Ujung - ujungnya, pasti ada mainan teman yang rusak karena tak sengaja terinjak atau tertendang atau tertabrak saat mereka berlari.
.
Maka ibu guru pun menjadikan main bersama sebagai 'hadiah' karena keduanya sudah membuat karya.
.
Dan inilah cerita hari ini...
.
"Rafif, silakan ambil mainannya. Bentuk sesuatu. Setelah itu baru boleh main dengan Hibri," aku memberinya perintah.
.
"Aku mau main balok," Rafif memberitahu.
.
"Ok. Silakan ambil dan mainkan disini. Dekat ibu," aku menunjuk pojok kelas dekat mejaku.
.
Dan mulailah Rafif membangun sesuatu dari balok warna yang diambilnya. Tak lama kemudian...
.
"Sudah selesai, Bu Yayuk," lapornya.
.
"Wow, Rafif bikin apa?"
.
"Aku bikin rumah." Dia menunjuk salah satu susunan balok.
.
"Kalau yang ini apa?" Tanyaku seraya memegang satu balok segitiga yang diletakkan diatas balok bentuk persegi panjang.
.
"Ini masjidnya," jawab Rafif. "Aku ke masjid dulu, ya," pamitnya sambil berjalan menuju balok yang kupegang.
.
"Masya Allah, anak sholeh rajin ke masjid," aku dan ibu guru memujinya bersamaan.
.
"Rafif ngapain ke masjid?" Aku bertanya lagi.
.
"Cuma lewat ajah," jawabnya enteng.
.
Spontan aku dan ibu guru saling pandang dan meledakkan tawa berderai. Jawabannya diluar perkiraan ibu guru. 😂.
.
Kirain mau sholat, ternyata hanya lewat saja. Rafif mah, suka gitu. Membuat ibu guru 'tertipu'. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer