Baju Lampu
Beberapa
waktu belakangan ini, anak - anak sedang menyenangi segala hal yang
berlampu. Apapun. Dari mulai sepatu hingga mainan. Dari kaos hingga
kerudung. .
Warna lampu yang beraneka ragam ini dapat terlihat dengan beragam cara. Ada yang dengan menekan tombol. Ada juga yang diinjak. Yang lainnya dengan cara digosok - gosok. Tapi ada yang cukup disentuh saja.
.
Dan begini ceritanya...
.
"Bu Yayuk, bajuku baru," Madarik memamerkan kaos baru bergambar super hero.
.
"Oya? Bagus banget," pujiku. "Siapa yang membelikan?"
.
"Ibu."
.
"Wow, senangnya. Sudah bilang terima kasih sama ibu?" Sebuah pertanyaan yang selalu kuajukan pada anak - anak ketika mereka menunjukkan sesuatu yang baru. Membiasakan mereka untuk mengucapkan terima kasih ketika menerima suatu pemberian.
.
"Sudah," jawab Madarik seraya tersenyum. "Bajuku ada lampunya lho," lanjut Madarik seraya menepuk pelan tombol dibagian tengah kaosnya. Dan taraaaa.... lampu warna - warni pun terlihat.
.
"Wah.. keren, nih," pujiku lagi.
.
Setelah puas menunjukkan kaos barunya, Madarik pun bergabung dengan teman - temannya. Bermain bersama.
.
Tapi apa yang terjadi kemudian?
.
"Whuaaaa." Suara tangis terdengar diantara kerumunan anak - anak.
.
Ibu guru bergegas mendatangi sumber suara. Dan ditemukanlah Madarik yang menangis ditengah - tengah temannya.
.
"Madarik ada apa?" Tanya ibu guru.
.
"Madarik dipukul Varo, Bu," Hana yang menjawab.
.
"Varo gak pukul!" Bantah Varo segera. "Tadi Varo mau lihat lampu," jelasnya seraya memukul tombol yang ada dibaju Madarik. Yang membuat lampunya pun menyala.
.
Oalaaah.... pantas saja Madarik menangis. Memukulnya terlalu kuat. 😂.
.
Sepertinya ibu guru harus memberikan masukan pada produsen kaos tersebut. Untuk membuat kaos berlampu, yang cukup disentuh saja agar bisa menyala. Untuk meminimalisir kejadian anak 'terpukul'. 😃.
(posting : fb)
Komentar