Anak Siapa?
Aku dan Rafif.
.
Menurutku, semakin ke sini, kami semakin memahami satu sama lain. Dia tahu yang kumau. Begitu juga sebaliknya. Aku tahu apa yang dia tidak mau. Dan aku tahu bagaimana caranya agar dia jadi mau. 😉.
.
Aku punya 'tekhnik' tersendiri untuk menghadapinya. Disaat ibu guru yang lain sudah angkat tangan. Dia pandai mengambil hatiku, agar aku tidak jadi marah atas kesalahan yang telah dilakukannya. Tapi dia juga tahu bahwa usahanya akan sia - sia. Lantaran tidak ada standar ganda di sekolah. Jadi, tetap saja ada 'penalti'nya. 😁. Namun setidaknya dia sudah berusaha untuk mengambil hatiku. Walau gagal.
.
Sebegitu dekatnya aku dan dia, membuat ibu guru menjuluki kami 'ibu dan anak'. Aku punya panggilan sayang untuknya. Aa' Rafif. Merujuk pada panggilan pesohor terkenal negeri ini. Yang punya nama mirip - mirip dengannya. Lantaran panggilan ini juga, maka ibu guru pun memberi nama baru untukku. Mama Gigi. 😂.
.
Maka inilah yang terjadi kemudian...
.
"Assalamu'alaikum Rafif. Ayo buka sepatunya. Trus dadah papa dijendela," aku mengawali sambutan dipagi hari.
.
Kemudian sambil menunggunya membuka sepatu, aku terus memberi arahan agar dia berkonsentrasi saat membuka kaos kaki dan sepatu. Hingga akhirnya...
.
"Tuh khaaan... apa ibu bilang. Aa' bisa buka sepatu sendiri tanpa dibantu!" Pujiku. "Rafif pintar. Anak siapa, sih?" Tanyaku.
.
"Anaknya Bu Yayuk," jawabnya sambil memelukku.
.
Waduh... jadi gak enak ati sama papanya Rafif yang masih menunggu didepan pintu kelas.
.
"Iya. Kalau disekolah anaknya Bu Yayuk. Tapi kalau dirumah, anaknya mama papa," aku buru - buru mengoreksi pernyataannya barusan.
.
Setidaknya aku sudah memperkecil kemungkinan konflik 'perebutan' anak antara Bu Yayuk dan mama papanya Rafif. 😂.
.
Menurutku, semakin ke sini, kami semakin memahami satu sama lain. Dia tahu yang kumau. Begitu juga sebaliknya. Aku tahu apa yang dia tidak mau. Dan aku tahu bagaimana caranya agar dia jadi mau. 😉.
.
Aku punya 'tekhnik' tersendiri untuk menghadapinya. Disaat ibu guru yang lain sudah angkat tangan. Dia pandai mengambil hatiku, agar aku tidak jadi marah atas kesalahan yang telah dilakukannya. Tapi dia juga tahu bahwa usahanya akan sia - sia. Lantaran tidak ada standar ganda di sekolah. Jadi, tetap saja ada 'penalti'nya. 😁. Namun setidaknya dia sudah berusaha untuk mengambil hatiku. Walau gagal.
.
Sebegitu dekatnya aku dan dia, membuat ibu guru menjuluki kami 'ibu dan anak'. Aku punya panggilan sayang untuknya. Aa' Rafif. Merujuk pada panggilan pesohor terkenal negeri ini. Yang punya nama mirip - mirip dengannya. Lantaran panggilan ini juga, maka ibu guru pun memberi nama baru untukku. Mama Gigi. 😂.
.
Maka inilah yang terjadi kemudian...
.
"Assalamu'alaikum Rafif. Ayo buka sepatunya. Trus dadah papa dijendela," aku mengawali sambutan dipagi hari.
.
Kemudian sambil menunggunya membuka sepatu, aku terus memberi arahan agar dia berkonsentrasi saat membuka kaos kaki dan sepatu. Hingga akhirnya...
.
"Tuh khaaan... apa ibu bilang. Aa' bisa buka sepatu sendiri tanpa dibantu!" Pujiku. "Rafif pintar. Anak siapa, sih?" Tanyaku.
.
"Anaknya Bu Yayuk," jawabnya sambil memelukku.
.
Waduh... jadi gak enak ati sama papanya Rafif yang masih menunggu didepan pintu kelas.
.
"Iya. Kalau disekolah anaknya Bu Yayuk. Tapi kalau dirumah, anaknya mama papa," aku buru - buru mengoreksi pernyataannya barusan.
.
Setidaknya aku sudah memperkecil kemungkinan konflik 'perebutan' anak antara Bu Yayuk dan mama papanya Rafif. 😂.
(posting : fb)
Komentar