Komentator

Terbiasa menggunakan popok di rumah, menjadi sebuah 'tantangan' besar bagi ibu guru untuk membiasakan Rafif memakai toilet untuk BAK maupun BAB. Hampir setiap hari, ketika waktunya toilet training, terdengar keributan antara ibu guru dan Rafif.
.
Dari mulai tidak mau melepas popok sampai tidak mau memakai celana sendiri. Padahal salah satu indikator perkembangan anak pada aspek sosial emosional adalah bisa menggunakan toilet dan memiliki kemandirian. Termasuk didalamnya bisa membuka dan memakai celana sendiri.
.
Maka yang terjadi dipagi ini...
.
"Bu Yayuk, Rafif gak mau pakai celana," lapor salah satu ibu guru seusai toliet training dipagi hari.
.
Untuk diketahui, ketika ibu guru yang lain sudah 'tak sanggup lagi' menghadapi Rafif, maka penyelesaiannya diserahkan padaku. Mengapa? Karena Bu Yayuk telah dinobatkan sebagai 'pawang'nya Rafif. 😂.
.
"Ayo celananya dipake, Nak," aku memintanya.
.
"Gak mau!"
.
"Ya sudah. Celananya buat ibu ajah."
.
"Gak boleh!"
.
"Lha? Trus gimana dong?"
.
"Aku gak bisa pakai celana."
Aku tersenyum. Lagu lama, nih.
.
"Rafif bisa! Semua anak Amalia, tuh pasti bisa pakai celana sendiri," aku mulai mengeluarkan 'doktrin' milik ibu guru. 😊.
.
"Gak bisa!"
.
Aku mengabaikan keengganannya. Tapi justru meneriakkan semangat layaknya komentator bola.
.
"Lihat tangan Rafif sudah memegang celana. Kakinya mulai diangkat satu. Siap - siap dimasukkan ke dalam lubang celana," aku mulai beraksi.
.
Rafif terlihat memandangiku dengan aneh. 😀. Tapi aku mengabaikannya.
.
"Lihat teman - teman, tangan Rafif sudah mulai memegang celananya. Bersiap untuk memasukkan kaki. Sedikit lagi kakinya masuk. Awas hati - hati. Satu lubang satu kaki," aku terus berbicara.
.
Rafif tampak mulai mengikuti arahan pekik semangat yang sedari tadi kukumandangkan.
.
Hingga ...
.
"Wah... akhirnya Rafif berhasil memasukkan kedua kakinya. Sekarang Rafif sudah bisa memakai celana sendiri," aku mengakhiri gaya komentatorku.
.
"Aku bisa, Bu Yayuk," teriak Rafif girang.
.
Aku merentangkan tangan untuk memberikannya pelukan tanda turut senang. Seraya berkata dalam hati. 'Jangan sering - sering kayak gini. Capek tau jadi komentator'. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer