Panggilan
Bila dibandingkan dengan ibu guru yang lain, maka aku lebih sering
'bertengkar' dengan anak - anak. Topik pertengkarannya sepele saja. Tapi
itu bisa berlangsung berhari - hari. Layaknya episode sinetron di
televisi.
.
Ini misalnya...
.
"Rafif, sudah dijemput papa. Ambil sepatunya, ya," aku memberitahu sekaligus memberi perintah disore hari
.
"Bukan papa, Bu Yayuk. Ayah!" Rafif mengajukan protes.
.
"Ayah? Ganti, nih. Biasanya papa," aku balik protes. Karena seingatku Rafif memanggil papa pada orang tuanya yang laki - laki.
.
"Ayah!" Rafif mulai menaikkan nada suaranya.
.
"Ok. Ayah," aku mengalah. Walau tidak ikhlas.
.
Keesokan sore...
.
"Rafif, ditunggu ayah. Bereskan mainannya," aku memanggil Rafif.
.
"Bapak. Bukan ayah!" Rafif datang dari halaman belakang dengan membawa sepatunya.
.
"Lho? Ganti lagi?" Aku bertanya tanpa berharap jawaban.
.
"Panggilnya tuh bapak. Bukan ayah," Rafif menyempatkan diri untuk memberi penjelasan sambil mengenakan sepatu.
.
"Kemarin bilangnya ayah. Sekarang ganti bapak. Trus yang bener yang mana? Bapak atau ayah?" Aku pun menyempatkan diri untuk menyampaikan protes secara terbuka.
.
"Panggilnya bapak," kembali Rafif menaikkan nada suaranya.
.
Oklah.. Aku mengembangkan senyum saja daripada ribut berkepanjangan.
.
Esoknya lagi...
.
Karena penasaran, aku pun bertanya pada sang mama tentang panggilan apa yang biasa digunakan Rafif untuk orang tua laki - lakinya. Dan jawabannya ternyata 'papa'.
.
Hadegh... Berarti... bu Yayuk bener, ya? 😂
.
Ini misalnya...
.
"Rafif, sudah dijemput papa. Ambil sepatunya, ya," aku memberitahu sekaligus memberi perintah disore hari
.
"Bukan papa, Bu Yayuk. Ayah!" Rafif mengajukan protes.
.
"Ayah? Ganti, nih. Biasanya papa," aku balik protes. Karena seingatku Rafif memanggil papa pada orang tuanya yang laki - laki.
.
"Ayah!" Rafif mulai menaikkan nada suaranya.
.
"Ok. Ayah," aku mengalah. Walau tidak ikhlas.
.
Keesokan sore...
.
"Rafif, ditunggu ayah. Bereskan mainannya," aku memanggil Rafif.
.
"Bapak. Bukan ayah!" Rafif datang dari halaman belakang dengan membawa sepatunya.
.
"Lho? Ganti lagi?" Aku bertanya tanpa berharap jawaban.
.
"Panggilnya tuh bapak. Bukan ayah," Rafif menyempatkan diri untuk memberi penjelasan sambil mengenakan sepatu.
.
"Kemarin bilangnya ayah. Sekarang ganti bapak. Trus yang bener yang mana? Bapak atau ayah?" Aku pun menyempatkan diri untuk menyampaikan protes secara terbuka.
.
"Panggilnya bapak," kembali Rafif menaikkan nada suaranya.
.
Oklah.. Aku mengembangkan senyum saja daripada ribut berkepanjangan.
.
Esoknya lagi...
.
Karena penasaran, aku pun bertanya pada sang mama tentang panggilan apa yang biasa digunakan Rafif untuk orang tua laki - lakinya. Dan jawabannya ternyata 'papa'.
.
Hadegh... Berarti... bu Yayuk bener, ya? 😂
(Posting : fb)
Komentar