Berbagi
Salah satu indikator perkembangan kemampuan anak pada aspek sosial emosional adalah ketika anak dapat berbagi dengan orang lain.
.
Dan inilah ceritanya.....
.
"Fara bawa apa?" Tanya ibu guru saat Fara datang ke sekolah dengan membawa sesuatu ditangannya.
.
"Ini," Fara menunjukkan snack wafer.
.
Seketika beberapa anak mendekat. Seketika pula Fara menyembunyikan snack dibelakang badannya.
.
"Maaf, ya Nak. Fara belum mau berbagi," ibu guru menengahi seraya mengajak Fara ke halaman belakang untuk menghabiskan snack yang dibawanya.
.
Beberapa menit berlalu...
.
"Fara, Bu Yani boleh minta?" Salah satu ibu guru datang menghampiri. Fara mengangguk dan memberi sepotong wafer pada ibu guru.
.
"Terima kasih," ucap ibu guru setelah menerima pemberian Fara.
.
Lalu giliranku menggandeng Mye untuk mendekat pada Fara dan membisikkan sesuatu ditelinga Mye.
.
"Fara, boleh minta?" Mye berkata seperti yang tadi kubisikkan padanya. Dan kembali Fara mengangguk. Memberikan sepotong wafer pada Mye.
.
"Bilang apa Mye setelah diberi?" Aku mengingatkan.
.
"Terima kasih," ujar Mye.
.
Setelah Mye menghabiskan wafer pemberian Fara, aku kembali memanggil anak lainnya. Mengulangi seperti apa yang tadi kulakukan pada Mye. Hingga tanpa disadari, Fara telah berbagi dengan teman dan ibu guru. Temannya pun belajar mengucapkan kata terima kasih atas pemberian Fara.
.
Karena mampu mengucapkan kata - kata santun seperti maaf, tolong, terima kasih adalah salah satu indikator kemampuan perkembangan anak pada aspek nilai agama dan moral.
.
Jadi intinya....
Melalui satu kejadian yang terlihat biasa saja, ibu guru dapat melakukan pengamatan yang luar biasa. Yaitu melihat kemampuan perkembangan anak dari dua aspek yang berbeda.
.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. 😉. Bukankah itu kegiatan yang sangat menyenangkan?
.
Dan inilah ceritanya.....
.
"Fara bawa apa?" Tanya ibu guru saat Fara datang ke sekolah dengan membawa sesuatu ditangannya.
.
"Ini," Fara menunjukkan snack wafer.
.
Seketika beberapa anak mendekat. Seketika pula Fara menyembunyikan snack dibelakang badannya.
.
"Maaf, ya Nak. Fara belum mau berbagi," ibu guru menengahi seraya mengajak Fara ke halaman belakang untuk menghabiskan snack yang dibawanya.
.
Beberapa menit berlalu...
.
"Fara, Bu Yani boleh minta?" Salah satu ibu guru datang menghampiri. Fara mengangguk dan memberi sepotong wafer pada ibu guru.
.
"Terima kasih," ucap ibu guru setelah menerima pemberian Fara.
.
Lalu giliranku menggandeng Mye untuk mendekat pada Fara dan membisikkan sesuatu ditelinga Mye.
.
"Fara, boleh minta?" Mye berkata seperti yang tadi kubisikkan padanya. Dan kembali Fara mengangguk. Memberikan sepotong wafer pada Mye.
.
"Bilang apa Mye setelah diberi?" Aku mengingatkan.
.
"Terima kasih," ujar Mye.
.
Setelah Mye menghabiskan wafer pemberian Fara, aku kembali memanggil anak lainnya. Mengulangi seperti apa yang tadi kulakukan pada Mye. Hingga tanpa disadari, Fara telah berbagi dengan teman dan ibu guru. Temannya pun belajar mengucapkan kata terima kasih atas pemberian Fara.
.
Karena mampu mengucapkan kata - kata santun seperti maaf, tolong, terima kasih adalah salah satu indikator kemampuan perkembangan anak pada aspek nilai agama dan moral.
.
Jadi intinya....
Melalui satu kejadian yang terlihat biasa saja, ibu guru dapat melakukan pengamatan yang luar biasa. Yaitu melihat kemampuan perkembangan anak dari dua aspek yang berbeda.
.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. 😉. Bukankah itu kegiatan yang sangat menyenangkan?
(Posting : fb)
Komentar