Ke Pasar

Mengajak anak berbicara, ngobrol tentang banyak hal, bertanya ini itu adalah salah satu cara ibu guru untuk mengetahui kemampuan tumbuh kembang anak di sekolah.
.
Dengan mengajak mereka berkomunikasi dua arah, akan diketahui kemampuan berbahasanya. Bagaimana mereka mengemukakan pendapat, gagasan, ide yang ada dibenaknya. Juga menceritakan kembali pengalaman yang pernah mereka temui. Menyusun cerita dengan merangkai 3 - 4 kata. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
.
Intinya, pandai - pandainya ibu guru mengamati perkembangan anak melalui acara 'ngobrol bersama' ini. 😃.
.
Berikut cerita untuk hari ini...
.
"Bu Yayuk, lihat tanganku. Sakit," Nino berseru sambil menunjukkan sebuah bekas luka lama yang sudah mengering dan kupastikan tak ada rasa sakit yang tersisa. 😄.
.
Tapi demi sebuah percakapan yang lebih panjang, maka aku memasang wajah sedih seraya berkata, "Sakit banget, ya No?"
.
Nino mengangguk dengan raut wajah sedikit sedih. "Aku jatuh," jelasnya.
.
"Oya?" Kupasang ekspresi wajah terkejut. "Jatuh dimana?"
.
"Di pasar."
.
"Nino jatuh di pasar?" Aku mencoba menegaskan kembali pernyataan Nino tadi.
.
"Iya," Nino menjawab dengan yakin.
.
"Nino ngapain ke pasar?" Aku bertanya untuk mendapatkan cerita tentang pengalaman Nino berkunjung ke pasar. Karena jarang sekali anak - anak seusia Nino diajak belanja ke pasar. Biasanya mereka lebih sering berkunjung ke supermarket.
.
"Aku jatuh di pasar," ulang Nino.
.
"Iya. Ibu tahu Nino jatuh di pasar. Yang ibu belum tahu, Nino ngapain ke pasar," aku mencoba menjelaskan maksud pertanyaanku.
.
"Aku jatuh di pasar," jawab Nino sekali lagi.
.
Aku mulai 'stress' sendiri. 😂.
.
"Jadi, Nino pergi ke pasar untuk jatuh? Gitu, No?" Aku membuat kesimpulan sendiri. Dan tak berharap jawaban apapun atas kesimpulan yang diambil dalam kondisi strees. 😜.
.
"Iya Bu Yayuk," jawab Nino dengan wajah polosnya.
.
Dan aku tak tahu lagi harus bagaimana. Selain mengakhiri acara 'ngobrol seru' kami di siang itu. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer