Balok

Jadi.. begini..
.
Ketika bermain di sekolah, ibu guru 'mewajibkan' anak - anak untuk mengambil sendiri mainannya di rak. Tidak ikut main dengan teman lainnya.
.
Mengapa?
.
Karena sering kali terjadi, saat seorang anak ikut bermain dengan teman, kemudian berakhir dengan perebutan mainan. Sementara 'aturan'nya, anak yang mengambil mainan, lebih berhak atas mainan tersebut dibandingkan anak lain yang hanya ikutan bermain.
.
Itu sebabnya, ibu guru selalu meminta setiap anak untuk memilih dan mengambil sendiri mainan di rak. Untuk 'meminimalisir' terjadinya keributan diantara mereka. 😉.
.
Dan berikut cerita...
.
"Balok Nino mana?" Ibu guru bertanya pada Nino yang tampak sedang bermain dengan Ahmad.
.
"Balokku sudah habis," jawab Nino.
.
"Habis?" Ibu guru bertanya heran. "Itu khan ada banyak balok di rak," beliau berkata seraya menunjuk deretan keranjang berisi balok warna.
.
"Tadi baloknya sudah kumakan," jawab Nino lagi.
.
"Nino, kok baloknya dimakan? Itu khan mainan. Yang boleh dimakan itu makanan. Bukan balok," ibu guru berkata panjang lebar. Memberi 'wejangan' pada Nino.
.
Aku yang mendengar perbincangan ini, buru - buru mendekat.
.
"Bu, tadi Nino memang makan balok. Dibawakan ibunya dari rumah," aku menjelaskan.
.
Maka berderailah tawa ibu guru. Karena telah salah memahami kata 'balok'. Balok yang dimaksud Nino adalah singkong goreng. Yang dalam bahasa Jawa biasa disebut balok. 😂.
 
(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer