Vitamin A
Agustus adalah bulan Vitamin A. Dibulan ini, seperti biasanya anak - anak diberi Vitamin A dari posyandu dilingkungan sekolah.
.
"Temen - temen, hari ini ibu guru akan memberi Vitamin A," aku memulai pengumuman. "Vitamin ini bagus untuk mata. Agar mata kita jadi sehat," aku melanjutkan.
.
Sambil terus menjelaskan tentang Vitamin ini, aku pun berakting. Berpura - pura meminum Vitamin A. Kemudian mengerjapkan mata. Mirip bintang iklan di televisi. 😀.
.
Akting ini diperlukan untuk meminimalisir penolakan anak - anak saat akan diminumkan vitamin. 😉.
.
Setelah cukup berakting, aku mulai memanggil satu persatu. Hingga kemudian..
.
"Aku mau minum vitamin juga," rengek Nino pada ibu guru.
.
"Maaf Nino. Nino khan sudah minum di rumah. Ibu gak kasih lagi di sekolah," aku mencoba menjelaskan.
Jadi, vitamin A ini hanya diberikan satu kali saja setiap enam bulan. Karenanya sebelum memberikan vitamin, aku terlebih menanyakan pada orang tua. Apakah anak - anak sudah mendapatkan vitamin A. Dan Nino adalah salah satunya. Dia sudah mendapatkannya saat posyandu.
.
Mendengar penjelasanku, Nino justru menangis.
.
Dan ibu guru tak boleh kehilangan akal untuk membujuk. Maka aku pun kembali berakting. Mengambil satu vitamin A. Kemudian meminta Nino membuka mulut dan berpura - pura mengeluarkan cairan dari kemasan vitamin A yang berbentuk oval warna merah. Padahal sesungguhnya adalah setetes air minum dari ujung sendok.
.
"Sudah, No," ujarku seraya menahan tawa.
.
Nino tampak mengerjapkan mata. Mengikuti apa yang tadi kulakukan. Untuk selanjutnya berlalu dengan senyum terkembang.
.
Ah, ternyata tak sulit membujuk kalian, Nak. 😁.
.
"Temen - temen, hari ini ibu guru akan memberi Vitamin A," aku memulai pengumuman. "Vitamin ini bagus untuk mata. Agar mata kita jadi sehat," aku melanjutkan.
.
Sambil terus menjelaskan tentang Vitamin ini, aku pun berakting. Berpura - pura meminum Vitamin A. Kemudian mengerjapkan mata. Mirip bintang iklan di televisi. 😀.
.
Akting ini diperlukan untuk meminimalisir penolakan anak - anak saat akan diminumkan vitamin. 😉.
.
Setelah cukup berakting, aku mulai memanggil satu persatu. Hingga kemudian..
.
"Aku mau minum vitamin juga," rengek Nino pada ibu guru.
.
"Maaf Nino. Nino khan sudah minum di rumah. Ibu gak kasih lagi di sekolah," aku mencoba menjelaskan.
Jadi, vitamin A ini hanya diberikan satu kali saja setiap enam bulan. Karenanya sebelum memberikan vitamin, aku terlebih menanyakan pada orang tua. Apakah anak - anak sudah mendapatkan vitamin A. Dan Nino adalah salah satunya. Dia sudah mendapatkannya saat posyandu.
.
Mendengar penjelasanku, Nino justru menangis.
.
Dan ibu guru tak boleh kehilangan akal untuk membujuk. Maka aku pun kembali berakting. Mengambil satu vitamin A. Kemudian meminta Nino membuka mulut dan berpura - pura mengeluarkan cairan dari kemasan vitamin A yang berbentuk oval warna merah. Padahal sesungguhnya adalah setetes air minum dari ujung sendok.
.
"Sudah, No," ujarku seraya menahan tawa.
.
Nino tampak mengerjapkan mata. Mengikuti apa yang tadi kulakukan. Untuk selanjutnya berlalu dengan senyum terkembang.
.
Ah, ternyata tak sulit membujuk kalian, Nak. 😁.
(Posting : fb)
Komentar