Taro atau Varo
Waktu tidur siang anak - anak di sekolah, dimulai dari pukul 12 siang hingga mereka bangun sendiri atau dibangunkan.
.
Beberapa anak hanya tidur 1 - 2 jam saja. Tapi ada beberapa yang lain, harus dibangunkan lantaran sudah dijemput atau memang sudah waktunya untuk mandi sore.
.
Dari beberapa yang lain itu, ada yang mudah untuk dibangunkan. Cukup diusap - usap pipinya atau ditepuk - tepuk tangannya, maka terbukalah kedua mata. Namun ada yang harus didudukkan terlebih dahulu. Kemudian digoyang - goyangkan badannya. Digendong, dibuka - bukakan matanya dan tetap saja tak bangun. 😁.
.
Maka, beginilah jadinya...
.
"Varo, bangun," aku membangunkan Varo sore ini. Kutepuk - tepuk pipinya. Tapi Varo tetap lelap dalam tidurnya.
.
"Ayo Varo. Tangi sik," aku mengulangi begitu ingat bila Varo biasa menggunakan bahasa Jawa. Tapi hasilnya tetap sama. Varo tak juga membuka mata.
.
Aku pun meninggalkannya sejenak. Untuk melihat anak - anak yang tengah berada di halaman belakang sekolah.
.
Saat masuk kembali, Varo masih tetap dalam posisi semula. Tidur pulas.
.
"Taro... Taro..bangun, yok," aku mengulangi menepuk - nepuk pipinya. "Taro... Taro.."
.
"Bu, itu Varo. Bukan Taro," tiba - tiba ibu guru mengingatkan.
.
Aku yang tersadar, spontan tergelak. Gara - gara membangunkan menggunakan bahasa Jawa, tanpa sadar aku telah menggabungkan kata 'tangi' (bangun) dengan Varo menjadi Taro. 😂.
.
Mungkin itu sebabnya Varo tak kunjung terbangun. Karena yang dipanggil Taro. Bukan Varo. 😜.
.
Beberapa anak hanya tidur 1 - 2 jam saja. Tapi ada beberapa yang lain, harus dibangunkan lantaran sudah dijemput atau memang sudah waktunya untuk mandi sore.
.
Dari beberapa yang lain itu, ada yang mudah untuk dibangunkan. Cukup diusap - usap pipinya atau ditepuk - tepuk tangannya, maka terbukalah kedua mata. Namun ada yang harus didudukkan terlebih dahulu. Kemudian digoyang - goyangkan badannya. Digendong, dibuka - bukakan matanya dan tetap saja tak bangun. 😁.
.
Maka, beginilah jadinya...
.
"Varo, bangun," aku membangunkan Varo sore ini. Kutepuk - tepuk pipinya. Tapi Varo tetap lelap dalam tidurnya.
.
"Ayo Varo. Tangi sik," aku mengulangi begitu ingat bila Varo biasa menggunakan bahasa Jawa. Tapi hasilnya tetap sama. Varo tak juga membuka mata.
.
Aku pun meninggalkannya sejenak. Untuk melihat anak - anak yang tengah berada di halaman belakang sekolah.
.
Saat masuk kembali, Varo masih tetap dalam posisi semula. Tidur pulas.
.
"Taro... Taro..bangun, yok," aku mengulangi menepuk - nepuk pipinya. "Taro... Taro.."
.
"Bu, itu Varo. Bukan Taro," tiba - tiba ibu guru mengingatkan.
.
Aku yang tersadar, spontan tergelak. Gara - gara membangunkan menggunakan bahasa Jawa, tanpa sadar aku telah menggabungkan kata 'tangi' (bangun) dengan Varo menjadi Taro. 😂.
.
Mungkin itu sebabnya Varo tak kunjung terbangun. Karena yang dipanggil Taro. Bukan Varo. 😜.
(Posting : fb)
Komentar