Hilang

Siang hari, saatnya berganti baju seusai makan. Aku memanggil anak - anak satu persatu. Tiba - tiba aku merasakan tepukan dipinggang. Saat berbalik, ternyata Thifa telah bersiap membuka bajunya.
.
"Thifa belum ibu panggil. Duduk dulu. Antri," aku berkata dengan penekanan disetiap kata dan menggunakan bantuan gerakan tangan agar dipahami Thifa. Karena dia salah satu ABK yang ada disekolah. Dengan kekhususannya bisu tuli.
.
Thifa segera berlalu dari hadapanku dan bergabung bersama Hana yang tengah membereskan mainan.
.
Namun tak lama kemudian, dia kembali menghampiriku dan menyerahkan alat bantu dengar. Belakangan Thifa sudah bisa melepas sendiri alat yang dipasang dikedua telinganya. Dia memberikan satu alat bantu dengar.
.
"Satu lagi mana?" Aku bertanya sambil menunjukkan satu jari.
.
Thifa menunjuk tasnya. Kukeluarkan isi tasnya. Tak ditemukan.
.
"Gak ada, Thifa," aku menunjukkan isi tas. "Tadi ditaruh dimana?" Aku masih berusaha bertanya pada Thifa. 😀.
.
Thifa tidak 'menjawab'. Dia justru memberikan baju kotornya padaku.
.
Waduh.. kalau sampai hilang, bisa 'nangis darah', nih ortunya Thifa. Karena yang kutahu, alat ini tidak murah.
.
"Bu, telinga Thifa cuma satu," aku memberitahu ibu guru. Agar singkat, ibu guru menamai alat bantu dengar ini dengan 'telinga'. 😊. "Ditasnya gak ada."
.
"Coba ditas temen, bu," saran ibu guru.
.
Maka yang terjadi kemudian, aku mengaduk - aduk  tas anak perempuan lainnya dan hasilnya nihil.
.
Putus asa, aku pun menghubungi mamanya Thifa dan memberitahukan kejadian ini.
.
Apa yang terjadi?
.
"Thifa memang hanya memakai satu alat bantu dengar, bu. Yang satunya sedang diperbaiki," jelas beliau panjang lebar.
.
Menarik napas lega karena tak jadi kehilangan. Tapi masih sempat 'protes' dalam hati. 'Ibu tadi pagi kok gak ngasih tahu, sih? Saya khan jadi sibuk bongkar - bongkar tas'. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer