Kedok

Bertahun tinggal di tanah Jawa, yang bahasa sehari - harinya menggunakan bahasa Jawa, nyatanya tidak juga membuatku pandai berbicara menggunakana bahasa Jawa.
.
Hal ini lantaran aku masih sering menggunakan bahasa Palembang saat berkomunikasi di rumah. Dan mengandalkan bahasa Indonesia saat berinteraksi diluar.
.
Tak ada masalah dengan ketidakpandaianku ini, saat semuanya berlangsung biasa - biasa saja. Aku baru menemukan masalah ketika kejadiannya seperti ini...
.
Memasuki tahun ajaran baru, sekolah kembali dipenuhi dengan suara tangis tiada henti. Pagi ini, tangisan berasal dari Fara dan Varo. Mereka baru saja melewati satu pekan masa adaptasi. Pagi ini, menjadi hari pertama mereka ditinggal orang tua.
.
Karena pengalaman pertama, maka selayaknya anak baru lainnya, tangis mereka bersahut - sahutan. Tak putus. Untuk yang tidak tega mendengar tangisan anak kecil, tidak disarankan untuk menjadi guru TPA. 😁.
.
"Telpon ibu, ya?" Bujukku pada Varo yang tengah menangis dalam pelukan ibu guru.
.
Ini adalah salah satu 'tekhnik membujuk' yang biasanya dilakukan ibu guru. Memegang handphone yang ditempelkan ditelinga. Berbicara serius, seakan - akan tengah menghubungi orang tua si anak. Kemudian membuat monolog dengan mimik wajah yang dibuat senatural mungkin. Seakan tidak sedang bersandiwara.
.
Lebih baik lagi bila menunjukkan profile photo nomer telpon milik orang tua. Mereka akan semakin yakin. 😊.
.
"Halo ibu," aku memulai akting layaknya orang yang tengah berbincang melalui handphone. "Mas Varo pintar lho, Bu. Gak menangis. Main sama temen," ujarku bermonolog.
.
Tapi..
.
"Bu, pakai bahasa Jawa," ibu guru mengingatkan.
.
Waduh... aku baru ingat. Kalau dua anak ini menggunakan bahasa Jawa saat berkomunikasi. Sementara bahasa Jawaku belepotan. Bisa terbuka 'kedokku' nanti. 😜.
.
Maka yang terjadi kemudian adalah kami bekerja sama. Ibu guru mendiktekan apa yang harus kukatakan, sementara aku mengulanginya dengan tambahan akting untuk semakin meyakinkan.
.
Hasilnya? Kedua anak ini langsung diam.
Tapi aku tidak yakin mereka diam atas hasil bujukanku. Sepertinya hanya karena bingung. Dari tatapan matanya, seakan menyangsikan bila aku sungguh - sungguh menelpon orang tua mereka. Karena layar ponselku terlihat gelap. Tak ada tanda - tanda tengah menghubungi seseorang. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer