Sama Tapi Beda
Ini cerita tentang mixer. Mixer milik ibu (photo 1) dan mbak (photo 2)..
Setelah melalui 'bujuk rayu' yang cukup alot, akhirnya ibu merelakan mixer yang telah bertahun - tahun dipakai, untuk dipensiunkan.
.
Mixer yang sangat ibu suka. Karena kuat, terbukti awet dipakai bertahun - tahun. Tahan banting, entah sudah berapa kali jatuh tanpa sengaja. Namun masih tetap dapat berfungsi dengan baik. Juga ringan, saat dipegang tidak membebani tangan. Sehingga tidak cepat lelah. 😊.
.
'Mengabdi' selama kurang lebih 30 tahun dan telah menghasilkan banyak kue, bolu dan masakan lainnya, rasanya wajar bila mixer ini pun menjadi 'lelah' dan ingin 'istirahat'.
.
Saat terakhir dipakai, suara yang dikeluarkan, sangat berisik. Ketika mixer ini bekerja, maka saat berbicara, kami akan berteriak. Untuk mengalahkan suaranya. Dan ketika mesin panas, mixer akan mati dengan sendirinya. Berhenti bekerja. Seakan ingin berkata, "Sudahlah. Aku lelah." 😀.
.
Maka, mbak pun mengeluarkan mixer miliknya. Hadiah ulang tahun dari mendiang suaminya. Namun satu mata pemutarnya hilang. Entah kemana.
.

Mbak sudah berusaha mencari mata pemutar yang baru di toko yang menjual beragam alat elektronik. Namun tak didapatkan lagi. Lantaran mixer ini adalah produk lama yang tidak diproduksi lagi. Sehingga spare partnya pun tidak diperjualbelikan.
.
Sempat 'putus asa'. Karena mixer ini masih dapat berfungsi dengan baik. Namun, kemudian terbetik sebuah pemikiran dibenakku.
.
Karena dari merk yang sama, maka aku pun menduga bahwa mata pemutar milik ibu, dapat dimasukkan pada mixer milik mbak. Dan dugaanku benar.
.
Namun masalah terjadi! Aku tidak bisa melepas mata pemutar yang kupasangkan. 😆. Pemutar itu terpasang dengan sangat 'kokoh'. Tak tergoyahkan. Dan aku tidak mau mengambil resiko dengan melepaskan secara paksa.
.
Maka beginilah yang terjadi kemudian. Mata pemutar itu tetap terpasang walau tidak sedang digunakan. Untuk membersihkannya, aku harus melakukannya dengan ekstra hati - hati. Agar air tidak masuk ke dalam mesin.
.
Merepotkan, sih. Tapi demi dua kenangan yang menyatu, tak apalah. 😍.
(Posting : ig)
Komentar