Nasi Liwet

Image may contain: foodSalah satu makanan favorit saat kuliah di Solo adalah nasi liwet. Makanan khas berupa beras yang dimasak dengan santan dan bumbu - bumbu. Sehingga memiliki rasa gurih.
.
Pertama kali mengenalnya, saat seorang sahabat mengajak jalan - jalan pagi dan sarapan nasi liwet setelahnya. Maka sejak itu, nasi liwet menjadi salah satu buah tangan yang tak jarang aku bawa saat pulang ke Jogja. Selain serabi Solo.
.
Dan inilah ceritanya...
.
Disebuah perjalanan lebaran kami untuk mengunjungi salah satu keponakan cantik yang mukim di pondoknya, adek besar mengajak istirahat sekaligus sarapan pagi di Solo. Pilihannya adalah nasi liwet di sekitaran jalan Urip Sumoharjo.
.
Singkat cerita, usai sarapan, kami berangkat lagi menuju Mantingan, Ngawi.
.
Ditengah perjalanan, tiba - tiba..
.
"Tadi sosis solonya belum dibayar!" Ujar adik besar yang baru tersadar. Tadi, salah satu makanan kecil yang terhidang dan bisa dinikmati adalah sosis solo.
.
Lha? Rasanya tidak mungkin kami putar balik. Karena perjalanan sudah jauh dari Solo. Akhirnya, dicari 'solusi terbaik'. 😊.

.
Adek besar meminta bantuan pada temannya yang tinggal di Solo, untuk membayarkan makanan yang terlupa. Namun masalah muncul. Karena kami tidak dapat menggambarkan dengan tepat posisi penjual nasi liwet yang dimaksud. Sementara di sepanjang jalan itu, ada beberapa penjual dengan dagangan yang sama. Akhirnya hingga waktu terus bergulir, sosis solo itu tetap belum terbayarkan.
.
Padahal, hutang di dunia harus segera dilunasi. Agar kelak tidak ditagih di akherat.
.
Hingga 2 tahun kemudian.. Ketika kami kembali mengulang cerita. Mengunjungi keponakan cantik yang satunya lagi. Yang tengah mukim di pondok. Dalam perjalanan ke Mantingan, kami kembali mampir di Solo untuk sarapan nasi liwet ditempat yang sama. (Beruntungnya si ibu masih berjualan. 😊).
.
Saat akan membayar, aku berulang kali memastikan pada adek besar untuk kembali mengulang apa saja yang dimakan. Karena bila ada yang terlewat, tidak terbayar, rasanya akan semakin susah untuk membayarnya. Lantaran tak ada lagi keponakan cantik yang mukim di pondok. Sehingga tak ada alasan untuk sarapan pagi di Solo. 😀.

(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer