Jarum Pentul
Selama ini, saat memakai kerudung segi empat atau pasmina, aku selalu
menggunakan jarum pentul. Sebagai bantuan agar tampilan kerudung tetap
rapi. Walau aku bergerak kesana kemari. Dan tak pernah ada masalah.
Hingga hari ini...
.
"Bu Yayuk, ini apa?" Nino bertanya seraya menunjuk pelipis kiriku.
.
"Ini jarum pentul, No," jawabku.
.
"Sakit?" Tanya Nino.
.
Beberapa saat aku bingung dengan pertanyaannya. Tapi kemudian mengira - ira jawabannya. .
"Ini bukan jarum suntik. Tapi jarum pentul. Jadi gak sakit," jawabku.
.
"Dilepas ajah, Bu Yayuk," ujarnya lagi. "Ini sakit," lanjutnya dengan sedikit meringis.
.
Aha! Sekarang aku tahu maksudnya.
.
"Nino, jarum pentul ini gak menusuk kepala ibu. Ini hanya untuk kerudung. Jadi kepala ibu gak ditusuk - tusuk jarum," aku menjelaskan panjang lebar seraya tersenyum dan menunjukkan jarum pentul yang kupakai.
.
Mungkin.. mungkin lho ya, Nino berpikir kalau jarum pentul itu menghunjam masuk ke kepalaku. Sehingga dia turut merasakan sakit saat aku memakainya. .
Nino, mah ada - ada ajah. 😂.
.
"Bu Yayuk, ini apa?" Nino bertanya seraya menunjuk pelipis kiriku.
.
"Ini jarum pentul, No," jawabku.
.
"Sakit?" Tanya Nino.
.
Beberapa saat aku bingung dengan pertanyaannya. Tapi kemudian mengira - ira jawabannya. .
"Ini bukan jarum suntik. Tapi jarum pentul. Jadi gak sakit," jawabku.
.
"Dilepas ajah, Bu Yayuk," ujarnya lagi. "Ini sakit," lanjutnya dengan sedikit meringis.
.
Aha! Sekarang aku tahu maksudnya.
.
"Nino, jarum pentul ini gak menusuk kepala ibu. Ini hanya untuk kerudung. Jadi kepala ibu gak ditusuk - tusuk jarum," aku menjelaskan panjang lebar seraya tersenyum dan menunjukkan jarum pentul yang kupakai.
.
Mungkin.. mungkin lho ya, Nino berpikir kalau jarum pentul itu menghunjam masuk ke kepalaku. Sehingga dia turut merasakan sakit saat aku memakainya. .
Nino, mah ada - ada ajah. 😂.
(Posting : ig)

Komentar