HIngga Titik Darah Penghabisan

Aku memiliki banyak cerita tentang peralatan memasak ibu. Dan aku senang sekali menuliskannya.
.
Seperti kali ini. Tentang mixer.
.
Entah sudah berapa tahun usia mixer ini. Yang pasti, menurut ibu, lebih tua dibandingkan usia adek besar. Itu berarti.... 😉. Hal ini bisa dilihat dari warnanya yang sudah memudar.
.
Awalnya mixer ini berwarna putih. Namun sekarang sudah menjadi kekuningan. Ini menunjukkan betapa seringnya dipakai. Sehingga warnanya pun berubah seiring waktu.
.
Tak terhitung berapa banyak kue yang telah dihasilkan oleh mixer ini. Jadi tak heran bila kemudian ada kerusakan yang terjadi.
.
Misalnya, terlepas dari pegangan saat dalam pemakaian. Yang membuat badan mixer menjadi pecah. Itu sebabnya di sekeliling mixer ini penuh dengan selotip. 😀. Untuk menyatukan kembali bagian yang sebelumnya terpisah.
.
Dan ibu memiliki kebiasaan. Selama peralatan memasak yang beliau miliki masih bisa diperbaiki, maka pantang untuk menggunakan yang baru. Kami mengistilahkannya dengan 'pemakaian hingga titik darah penghabisan'. 😊.
.
Karenanya, bila ada peralatan yang rusak, ibu akan segera minta bantuan 'tekhnisi paling handal' yang kami miliki. Siapa lagi kalau bukan bapak.
.
Yang membuat aku semakin yakin, bahwa ibu dan bapak adalah jodoh yang tepat. 😍.
.
Ibu suka masak. Bapak suka makan. Peralatan masak ibu rusak, bapak yang akan memperbaiki. Keduanya saling melengkapi.
.
Semoga Allah menyatukan hingga ke surgaNya.
.
Sehat terus bapak ibu. Semoga disampaikan diusia pernikahan yang ke 50 dan seterusnya. 😙.

(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer