Bingung
Diusianya yang baru saja melewati 2 tahun, Canayya masih belum jelas
dalam mengucapkan kata - kata tertentu. Karenanya, ibu guru harus pandai
- pandai mencerna makna kata yang dimaksudnya.
.
Dan inilah ceritanya...
.
Pagi hari, Canayya datang dengan diantar ayah ibu. Beberapa hari tidak masuk karena sakit, maka wajar sekali bila hari ini ada suara tangis yang menyertai saat ayah ibunya berlalu.
.
"Puk ibu," ujarnya seraya berurai air mata.
.
"Iya, nanti dijemput ibu," jawab ibu guru.
Canayya belum bisa mengucapkan kata 'jemput' dengan jelas. Bahkan suku kata terakhirnya pun berubah menjadi 'puk' bukan 'put'.
.
Beberapa menit berlalu, tangis itu sudah menghilang. Berganti dengan tawa saat bermain bersama Myesha. Ibu guru menamai tangis yang hanya sepintas ini dengan 'akting'. 😁.
.
Sambil bermain, mereka juga bernyanyi. Semua lagu 'andalan' anak - anak dinyanyikan. Mulai dari Balonku hingga Pelangi.
.
'Puk angan," ujar Canayya pada ibu guru yang mendampingi mereka bermain.
.
"Jemput ayah? Nanti sore khan? Sekarang Canayya main dulu," ujar ibu guru.
.
"Puk angan," kata Canayya lagi. Kali ini sambil menempukkan kedua tangan.
.
"O... tepuk tangan?" Ibu guru berkata dengan nada bertanya.
.
Canayya menggangguk dan bertepuk - tepuk memberi contoh pada ibu guru. 😁.
.
Salah satu... 😜.
.
Waktu pun terus bergulir. Hingga siang menjelang. Dan anak - anak bersiap tidur.
.
'Puk.. puk," ujar Canayya pada ibu guru.
.
"Sudah waktunya tidur. Gak usah tepuk tangan. Temannya sudah tidur, tuh," kata ibu guru seraya menunjuk teman lain yang telah terlelap.
.
"Puk.. puk," Canayya mengambil tangan ibu guru dan meletakkan di pahanya. Kemudian membuat gerakkan menepuk - nepuk.
.
Ternyata kali ini dia minta ditepuk - tepuk pahanya saat ditidurkan.
.
Salah dua.. 😉
.
Beruntung setelah itu Canayya dijemput. Sehingga tak ada lagi kesalahan yang ketiga. 😀.
.
Hanya satu suku kata saja. Tapi banyak artinya. Dan ibu guru selalu salah mengartikan.
.
Canayya, mah gitu. Sukanya bikin bingung.
.
Dan inilah ceritanya...
.
Pagi hari, Canayya datang dengan diantar ayah ibu. Beberapa hari tidak masuk karena sakit, maka wajar sekali bila hari ini ada suara tangis yang menyertai saat ayah ibunya berlalu.
.
"Puk ibu," ujarnya seraya berurai air mata.
.
"Iya, nanti dijemput ibu," jawab ibu guru.
Canayya belum bisa mengucapkan kata 'jemput' dengan jelas. Bahkan suku kata terakhirnya pun berubah menjadi 'puk' bukan 'put'.
.
Beberapa menit berlalu, tangis itu sudah menghilang. Berganti dengan tawa saat bermain bersama Myesha. Ibu guru menamai tangis yang hanya sepintas ini dengan 'akting'. 😁.
.
Sambil bermain, mereka juga bernyanyi. Semua lagu 'andalan' anak - anak dinyanyikan. Mulai dari Balonku hingga Pelangi.
.
'Puk angan," ujar Canayya pada ibu guru yang mendampingi mereka bermain.
.
"Jemput ayah? Nanti sore khan? Sekarang Canayya main dulu," ujar ibu guru.
.
"Puk angan," kata Canayya lagi. Kali ini sambil menempukkan kedua tangan.
.
"O... tepuk tangan?" Ibu guru berkata dengan nada bertanya.
.
Canayya menggangguk dan bertepuk - tepuk memberi contoh pada ibu guru. 😁.
.
Salah satu... 😜.
.
Waktu pun terus bergulir. Hingga siang menjelang. Dan anak - anak bersiap tidur.
.
'Puk.. puk," ujar Canayya pada ibu guru.
.
"Sudah waktunya tidur. Gak usah tepuk tangan. Temannya sudah tidur, tuh," kata ibu guru seraya menunjuk teman lain yang telah terlelap.
.
"Puk.. puk," Canayya mengambil tangan ibu guru dan meletakkan di pahanya. Kemudian membuat gerakkan menepuk - nepuk.
.
Ternyata kali ini dia minta ditepuk - tepuk pahanya saat ditidurkan.
.
Salah dua.. 😉
.
Beruntung setelah itu Canayya dijemput. Sehingga tak ada lagi kesalahan yang ketiga. 😀.
.
Hanya satu suku kata saja. Tapi banyak artinya. Dan ibu guru selalu salah mengartikan.
.
Canayya, mah gitu. Sukanya bikin bingung.
(Posting : fb)
Komentar