Menginspirasi

Pagi ini, ketika mengirim paket, aku mendapati petugas yang melayaniku tangannya terbebat kain berwarna coklat. Dan seperti biasanya, aku tak hendak melewatkan sesuatu yang membuatku pensaran. Maka mulalah aku membuka percakapan dengan...

"Tangannya kenapa, Mbak?"

Tak dinyana, ternyata si mbak bersedia menuntaskan rasa penasaranku dengan bercerita...

"Kemarin ototnya ketarik saat saya mengangkat kotak, Bu."

"Aduh! Pasti sakit sekali." Aku berkata seraya memasang wajah kesakitan. Seakan ikut merasakan sakit yang dirasakannya. 

(Oya. Ini tips untuk membuat lawan bicara tergerak untuk bercerita banyak. Yaitu dengan memasang raut wajah yang menunjukkan ketertarikan terhadap cerita yang didengar. Disertai nada bicara yang mengandung rasa simpati atas apa yang diceritakannya. Dijamin akan banyak informasi yang didapatkan. 😂)

Dan bercerita panjang lebarlah si mbak...

Tentang rasa sakit yang dirasakan sehingga membuatnya susah mengetik. Padahal tugasnya sehari - hari berhubungan dengan komputer. Tentang keengganan pada awalnya ke dokter lantaran saat ini dia tengah menjalani pengobatan virus yang diderita. Yang membuatnya khawatir efek obat akan berkurang bila ditambah obat untuk sakit yang lain. Juga dengan pemijatan yang dilakukan pada lengannya, yang justru membuat sakitnya semakin parah. Sehingga dia tetap harus ke dokter. Selain itu, dia juga bercerita tentang rasa nyeri yang tak tertahan di malam hari. Terutama saat berada di ruang AC. Dan hal ini membuat istirahatnya terganggu.

Dibutuhkan sekitar hampir 10 menit bagi si mbak untuk bercerita padaku. Berntungnya saat itu masih pagi. Sehingga belum ada yang mengantri di belakangku. Terbayang bila sudah ramai. Pasti aku akan didemo oleh para pengantri. 😜.

Diakhir ceritanya, aku berpamitan seraya mendo'akan kesehatannya, "Lekas pulih, ya mbak. Biar tangannya bisa bebas mengetik lagi." Tak lupa seulas senyum termanis kuberikan padanya atas kisah yang menginspirasi status hari ini. 😂.

Komentar

Postingan Populer