Alat Masak

Belajar memasak pada ibu, berarti aku tidak hanya mendapatkan ilmu dari beliau. Tapi juga cerita - cerita yang menyertai pengalaman masak memasak ibu. Juga kisah tentang peralatan masak beliau.
.
Seperti ini...

"Bu, sutil besinya mana?" Aku bertanya seraya mengaduk - aduk peralatan masak di rak. Aku mencari sutil besi.
.
"Di rak piring," jawab ibu.
.
Benar saja! Aku menemukannya.
.
"Sutil ini awet banget, ya bu. Dari adek kecil, ibu sudah pakai sutil ini," ujarku sambil memasak di siang itu. .
Oya.. usia boleh hampir setengah abad, tapi ketika berbicara dengan ibu dan bapak, maka aku selalu membahasakan diri dengan 'adek'. Karena berapa pun usiaku, bagi keduanya, aku tetap adek. Putri bungsunya. 😂.
.
"Itu pemberian mbah putri," ibu mengawali cerita. "Diberikan saat ibu mau pindah rumah. Ketika baru menikah dengan bapak."
.
"Oya?"
.
"Piring yang di gudang itu, ada juga pemberian Mbah Putri. Waktu ibu pindah, dibawain alat masak. Alat makan. Lengkap."
.
Mungkin itu semacam 'modal awal' yang diberikan mbah Putri saat ibu baru menikah. Dibekali beragam peralatan rumah tangga. 😀.
.
Aku jadi teringat sesuatu. Itu berarti, peralatan masak milik ibu telah berusia lebih dari 50 tahun!
.
Kok? Karena bila Allah ijinkan, tahun ini bapak ibu akan berulang tahun pernikahan ke 50. 😊.
.
Sehat terus bapak - ibu...

Komentar

Postingan Populer