Tawaran
Aku sepertinya senang sekali mengulang 'kesalahan' yang sama. Hingga membuat susah sendiri...
"Hana, sudah dijemput Bun," aku memanggil Hana yang tengah bermain dengan Mye.
Segera Hana memakai sandalnya dan menyandang tas dibahu.
"Sampai bertemu besok, Hana," aku melepasnya di depan pintu kelas dan menyerahkan pada sang Bunda. "Hana gak mau ikut Bu Yayuk pulang?" Kembali sebuah 'keisengan' terucap. Sesuatu yang kusesali kemudian.
Mendengar tawaranku, Hana berbalik. Masuk kembali ke kelas dan berkata, "Hana ikut Bu Ayuk." Dan melambaikan tangan pada sang bunda.
Aku buru - buru membalikan badan Hana, menggandengnya kembali pada sang Bunda.
"Hana pulang sama Bun, ya," ujarku seraya tersenyum dan melambaikan tangan. Lalu buru - buru menutup pintu kelas sebelum Hana menyadari apa yang terjadi.
Dan aku berjanji dalam hati, gak lagi - lagi mengulangi 'tawaran iseng' pada Hana. 😂.
(Posing : fb)
"Hana, sudah dijemput Bun," aku memanggil Hana yang tengah bermain dengan Mye.
Segera Hana memakai sandalnya dan menyandang tas dibahu.
"Sampai bertemu besok, Hana," aku melepasnya di depan pintu kelas dan menyerahkan pada sang Bunda. "Hana gak mau ikut Bu Yayuk pulang?" Kembali sebuah 'keisengan' terucap. Sesuatu yang kusesali kemudian.
Mendengar tawaranku, Hana berbalik. Masuk kembali ke kelas dan berkata, "Hana ikut Bu Ayuk." Dan melambaikan tangan pada sang bunda.
Aku buru - buru membalikan badan Hana, menggandengnya kembali pada sang Bunda.
"Hana pulang sama Bun, ya," ujarku seraya tersenyum dan melambaikan tangan. Lalu buru - buru menutup pintu kelas sebelum Hana menyadari apa yang terjadi.
Dan aku berjanji dalam hati, gak lagi - lagi mengulangi 'tawaran iseng' pada Hana. 😂.
(Posing : fb)
Komentar