Soto Betawi

Pekan ini mbak akan mengunjungi kedua keponakan cantik di pondok. Dia berencana untuk membawa soto Betawi. Maka ibu memintanya terlebih dahulu mencari resep masakan ini. Karena ibu tidak yakin dengan resep yang beliau miliki.
.
Mulailah mbak browsing dan menemukan resepnya. Dibacanya bahan dan cara membuat soto Betawi ini.
.
"Tiga bungkus bumbu penyedap," ujarnya.
.
"Banyak banget penyedapnya?" Protes ibu.
.
"Ini sesuai selera, kok," jawab mbak. "Jinten secukupnya," lanjutnya.
.
"Gak usah pakai jinten, gak papa," kali ini aku yang bicara. Lebih tepatnya ngarang. Alasannya? Karena selama ini aku jarang melihat ibu menggunakan jinten sebagai bumbu masakan. 😁.
.
Mbak mengabaikan usulku. Dia meneruskan membaca cara memasak soto Betawi.
.
"Daging direbus selama 2 - 3 jam."
.

"Ha? Lama amat? Bisa ancur dagingnya," kali ini ibu kembali protes.
.
"Setelah empuk, daging dipotong kecil - kecil," mbak meneruskan membaca.
.
"Seharusnya daging diiris pas masih mentah," aku memberitahu.
.
"Kalau sudah empuk diiris, dagingnya bisa ambyar," ibu menambahkan.
.
Sampai disini, aku tak dapat menahan tawa. Karena tetiba saja menyadari. Betapa kami begitu tidak percayanya pada resep yang sudah diuji cobakan dan terbukti hasilnya.
.
Jadi penasaran, bila nanti ibu membuat soto, apakah resep ini akan dipakai atau tidak.
.
Tunggu kelanjutan kisahnya. 😂.
 
(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer