'Pengadilan'
Untuk
menghindari 'tindakan main hakim sendiri', maka saat ada anak yang
berselisih, ibu guru selalu berpesan, 'Kalau ada teman yang mengganggu,
bilang sama ibu guru, ya'.
Nantinya, ibu guru akan bertindak sebagai 'penengah'. Mendengarkan cerita dari masing - masing 'pihak yang berselisih'. Menanyai 'saksi mata'. Kemudian memberikan solusi atas 'perselisihan yang terjadi'.
Begitulah yang terjadi setiap hari di sekolah.
Dan ini, ceritanya...
"Buuuuu," sebuah panggilan yang lebih menyerupai teriakan terdengar. Suara Nathan. "Hana ambil mainanku," lapornya.
Maka, salah satu ibu guru pun mendatangi 'TKP', melihat apa yang terjadi dan langsung menyimpulkan (karena 'kasus' yang seperti ini terlalu sering terjadi dalam satu hari).
Hana main secara bersisian dengan Nathan. Tak sengaja, pasang bongkar milik Nathan, terambil oleh Hana. Dan ini dimaknai Nathan dengan 'mengambil mainanku'. 😆.
Beberapa waktu berlalu...
"Bu Yayuuuk," kembali suara panggilan yang menyerupai teriakan terdengar. Kembali lagi suara Nathan.
"Ibu sudah tahu, Than. Bu Dina tadi sudah kasih tahu," jawabku.
Jadi, kebiasaan anak - anak ketika 'berkasus' adalah memberitahukan pada semua ibu guru. Tidak peduli bila kasus itu sebenarnya telah selesai. Karena tujuannya adalah agar semua ibu guru tahu permasalahan yang tadi dihadapi. 😀.
"Bukan itu," Nathan berkata. "Bu Yayuk nendang mainanku."
Waduh.. kalau itu murni ketidaksengajaa n.
Dan berhubung 'kasusnya' dengan ibu guru, jadi tidak diperlukan
penengah. Aku cukup menghampiri Nathan. Mencium tangannya seraya bilang
'maaf'. Maka kasus pun dianggap selesai.
Sesederhana itu. 😂.
(Posting : fb)
Nantinya, ibu guru akan bertindak sebagai 'penengah'. Mendengarkan cerita dari masing - masing 'pihak yang berselisih'. Menanyai 'saksi mata'. Kemudian memberikan solusi atas 'perselisihan yang terjadi'.
Begitulah yang terjadi setiap hari di sekolah.
Dan ini, ceritanya...
"Buuuuu," sebuah panggilan yang lebih menyerupai teriakan terdengar. Suara Nathan. "Hana ambil mainanku," lapornya.
Maka, salah satu ibu guru pun mendatangi 'TKP', melihat apa yang terjadi dan langsung menyimpulkan (karena 'kasus' yang seperti ini terlalu sering terjadi dalam satu hari).
Hana main secara bersisian dengan Nathan. Tak sengaja, pasang bongkar milik Nathan, terambil oleh Hana. Dan ini dimaknai Nathan dengan 'mengambil mainanku'. 😆.
Beberapa waktu berlalu...
"Bu Yayuuuk," kembali suara panggilan yang menyerupai teriakan terdengar. Kembali lagi suara Nathan.
"Ibu sudah tahu, Than. Bu Dina tadi sudah kasih tahu," jawabku.
Jadi, kebiasaan anak - anak ketika 'berkasus' adalah memberitahukan pada semua ibu guru. Tidak peduli bila kasus itu sebenarnya telah selesai. Karena tujuannya adalah agar semua ibu guru tahu permasalahan yang tadi dihadapi. 😀.
"Bukan itu," Nathan berkata. "Bu Yayuk nendang mainanku."
Waduh.. kalau itu murni ketidaksengajaa
Sesederhana itu. 😂.
(Posting : fb)
Komentar