Minta Maaf
Di sekolah, ada aturan yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. 😁.
Seperti ini....
Kalau berlari, tidak menarik tangan atau baju teman. (Bila hal ini
dilakukan, berbahaya. Karena akan menyebabkan temannya jatuh atau
tertindih teman yang lain)
Jika terlanjur, melakukan hal ini, maka ada aturan berikutnya... harus meminta maaf pada teman.
Ribet, banget ya? 😂.
Dan inilah ceritanya...
Pagi ini, tidak seperti biasanya anak - anak belum banyak yang hadir di sekolah. Baru Nathan, Atma dan Khalisa. Karena masih sepi, maka mereka pun bebas berlari ke sana ke mari.
"Atma, Nathan. Larinya searah. Gak bolak - balik," aku mengingatkan.
Jadi, beberapa anak memiliki kebiasaan berlari berlawanan arah dengan temannya. Sehingga kemungkinan bertabrakan pun sangat besar.
"Nathan! Tidak berpegangan tangan," ibu guru mengingatkan. (Peringatan yang disesali kemudian. 😁)
Beberapa saat kemudian,..
Bruk! Atma terjatuh dibawah Nathan. Sebuah cara jatuh yang menyakitkan. Pastinya.
Aku segera menghampiri Atma, yang sudah bersiap untuk menangis. Sementara Nathan pun bersiap untuk meminta maaf.
"Sebentar, ya Than. Atma mau nangis dulu," ujarku seraya memeluk Atma yang sekarang sudah menangis.
Kuperiksa tangan dan kakinya, yang tadi sempat terinjak Nathan. Sepertinya tidak ada luka serius. Menangisnya karena tertindih Nathan yang memang lebih besar dibanding Atma.
Hingga waktu berlalu dan Atma sudah kembali tenang...
"Sekarang Atma boleh main. Silakan ambil mainan di rak," perintah ibu guru.
Tapi Atma tak juga beranjak. Seakan ada yang diinginkannya. Dan aku ingat akan sesuatu...
"Bu Dina, sepertinya ada yang belum selesai, deh," aku memberi tahu. "Tadi Nathan belum minta maaf."
Maka dipanggillah Nathan untuk meminta maaf dan Atma pun kembali ceria.
Jadi, meminta maaf itu penting! Karena dapat membuat teman jadi ceria kembali. 😂.
(Posting : fb)
Ribet, banget ya? 😂.
Dan inilah ceritanya...
Pagi ini, tidak seperti biasanya anak - anak belum banyak yang hadir di sekolah. Baru Nathan, Atma dan Khalisa. Karena masih sepi, maka mereka pun bebas berlari ke sana ke mari.
"Atma, Nathan. Larinya searah. Gak bolak - balik," aku mengingatkan.
Jadi, beberapa anak memiliki kebiasaan berlari berlawanan arah dengan temannya. Sehingga kemungkinan bertabrakan pun sangat besar.
"Nathan! Tidak berpegangan tangan," ibu guru mengingatkan. (Peringatan yang disesali kemudian. 😁)
Beberapa saat kemudian,..
Bruk! Atma terjatuh dibawah Nathan. Sebuah cara jatuh yang menyakitkan. Pastinya.
Aku segera menghampiri Atma, yang sudah bersiap untuk menangis. Sementara Nathan pun bersiap untuk meminta maaf.
"Sebentar, ya Than. Atma mau nangis dulu," ujarku seraya memeluk Atma yang sekarang sudah menangis.
Kuperiksa tangan dan kakinya, yang tadi sempat terinjak Nathan. Sepertinya tidak ada luka serius. Menangisnya karena tertindih Nathan yang memang lebih besar dibanding Atma.
Hingga waktu berlalu dan Atma sudah kembali tenang...
"Sekarang Atma boleh main. Silakan ambil mainan di rak," perintah ibu guru.
Tapi Atma tak juga beranjak. Seakan ada yang diinginkannya. Dan aku ingat akan sesuatu...
"Bu Dina, sepertinya ada yang belum selesai, deh," aku memberi tahu. "Tadi Nathan belum minta maaf."
Maka dipanggillah Nathan untuk meminta maaf dan Atma pun kembali ceria.
Jadi, meminta maaf itu penting! Karena dapat membuat teman jadi ceria kembali. 😂.
(Posting : fb)
Komentar