Mainan

Aturannya, anak - anak tidak boleh membawa mainan ke sekolah. Selain
karena sudah ada mainan yang disediakan untuk mereka, juga untuk
menghindari 'kecemburuan dan saling pamer' atas mainan yang dimiliki..
Tapi pelaksanaannya, sangat tergantung 'situasi dan kondisi'. 😊. Maksudnya?
.
Ada saat dimana anak tidak mau ke sekolah, karena memiliki mainan baru di rumah. Maka, untuk membujuknya, orang tua akan membawakan mainan tersebut dan ibu guru mengijinkan si anak untuk menunjukkan pada teman - teman alias 'pamer'. 😊.
.
Mereka diberi waktu '5 menit' untuk memperlihatkan mainan barunya, kemudian disimpan dan akan diberikan saat pulang di sore hari.
.
Dan beginilah ceritanya...
.
"Bu Yayuk, aku bawa pesawat!" Teriak Nathan masih di atas kendaraan sang mama.
.
"Oya? Bagus banget," pujiku.
.
"Diphoto, Bu," pintanya. .
Aneh juga permintaan Nathan. Biasanya mainan yang dibawa, akan ditunjukkan pada teman - teman. Tapi ini cukup dengan kuphoto, kemudian disimpannya lagi didalam tas.
.
Tak berapa lama...
.
"Aku pakai topeng," ujar Ariq yang datang diantar sang bapak.
.
Tampak sebuah topeng warna - warni yang dikenakannya.
.
Khalisa yang melihat teman - temannya membawa mainan pun berkomentar, "Bu Yayuk, ke sekolah khan gak boleh bawa mainan, ya?" . .
Khalisa mengingatkan aturan membawa mainan.
.
"Iya, sih Khal. Sebaiknya mainan anak - anak disimpan saja di rumah," aku memberi alasan. "Kalau dibawa ke sekolah, ntar bisa ketinggalan. Karena lupa," lanjutku.
.
"Kayak aku, ya Bu. Gak bawa mainan," ujar Khalisa bangga. "Aku cuma bawa tas. Dua," lanjutnya seraya menunjukkan dua jari dan tersenyum manis.
.
Ha? Itu sih namanya repot, Khal. 😂.
Komentar