Bandana

Percaya sajalah, bila di sekolah, dibandingkan ibu guru yang lain, maka aku yang paling 'gak wajar'. 😜.
.
Aku lebih sering 'menjadi' anak - anak saat bermain. Merasakan memakai topeng super hero mereka. Berlomba beragam permainan dengan mereka. Dari yang biasa banget seperti lomba lari sampai yang 'tidak biasa' seperti lomba merayap, merangkak. (Dan tak ada satu ibu guru pun yang mau mengikuti 'jejak'ku ini. 😁).
.
Aku juga sering 'pamer' boneka pada Khalisa. Boneka siapa yang paling banyak. (Sebuah 'kegiatan' yang menurut ibu guru 'ajaib banget'. Saingan sama anak murid. 🙈). Mungkin, inilah sisi kekanak - kanakanku. 😊.
.
Dikali lain, aku tak jarang mencoba memakai bandana anak - anak perempuan yang beraneka ragam hiasannya. Dan hal ini yang sering sekali membuatku malu sendiri.
.
Seperti ini...
.
"Wow, bagus banget bandananya, Put," pujiku saat Putri datang dengan menggunakan bandana dengan hiasan telinga kelinci warna merah. "Beli dimana, ya? Ibu pengen beli juga," aku mulai lebay. 😄. "Boleh pinjam gak?" .
Putri membolehkanku memakai bandana miliknya. Dan aku pun memasangkan di kepala.
.
Kemudian detik berlalu, menit berjalan, hingga jam terus berlalu. Hingga siang hari ketika akan mengambil makan siang anak - anak, aku berjalan melewati cermin di belakang sekolah. Saat mataku tertuju pada cermin, aku mendapati bandana Putri masih bertengger dengan manis di kepalaku. Itu berarti sudah berjam - jam aku memakainya. Dan tidak menyadarinya.
.
"Kirain memang sengaja dipakai terus," seloroh ibu guru saat aku 'protes' karena tidak ada yang mengingatkan.
.
Ah, untung saja saat memakai bandana cantik ini, aku tidak sedang menerima wali murid atau tamu. Kebayang khan betapa malunya. 😊.

(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer