Akting
Agar anak - anak nyaman dan aman saat
bermain di halaman, maka ibu guru akan menutup rapat pagar sekolah.
Sehingga anak - anak dapat bermain dengan leluasa dan mudah diawasi..
Pagi ini, ketika menutup pintu pagar, tanpa sengaja telapak tangan kiriku terjepit dan...
.
"Aduh," jeritku kesakitan.
.
"Ada apa, Bu Yayuk?" Tanya beberapa anak. Serempak. Karena melihat aku kesakitan.
.
Maka akting pun dimulai...
.
"Tangan ibu kejepit pagar," ujarku dengan mimik wajah kesakitan. "Sakit banget. Lihat, nih sampai merah," aku berkata dengan suara tangis yang menyertai.
.
"Sakit, ya Bu?" Tanya Atma.
.
"Sakit banget," aku masih berpura - pura menangis. Sementara anak - anak berebut untuk melihat telapak tanganku yang memerah.
.
Akting menangis dan kesakitan terus aku pertunjukkan. Anak - anak dan ibu guru sudah terbiasa melihatku 'berakting'. Jadi, bagi mereka itu biasa. Namun... tidak dengan yang ini..
.
Di saat yang bersamaan, lewatlah pedagang keliling dengan gerobaknya. Melihat ke arah kami dan tertawa geli saat melihat 'akting' menangis dan kesakitanku.
.
Ibu guru tergelak. Sementara aku? Cuma bisa nyengir kuda menahan malu.
.
Kapok? Tentu saja tidak. Aku tetap akan 'berakting'. Tapi setelah memastikan hanya anak - anak dan ibu guru saja yang melihatnya. 😂.
(Posting : ig)
Komentar