Kok Bisa?
Salah satu yang aku suka saat bermain bersama anak - anak adalah
'kejutan kejadian' yang mereka hadirkan. Tak pernah terduga. Tak pula
terpikirkan. Bahkan sebegitu tak terpikirkannya, membuatku tak habis
pikir. 😂.....
Dan inilah ceritanya...
.
Untuk memudahkan anak - anak mengembalikan mainan kembali ke rak, ibu guru meletakkan beragam mainan itu di dalam keranjang - keranjang kecil. Saat mereka akan memainkan salah satu mainan, cukup mengambil satu keranjang yang diinginkan.
.
Aturan yang dikenalkan pada anak - anak adalah Bila sudah selesai dan akan berganti mainan yang lain, maka terlebih dulu harus mengembalikan keranjang yang pertama ke tempat semula. Baru mengambil keranjang yang lain.
.
Selain untuk memudahkan anak - anak, menempatkan mainan ke dalam keranjang itu berarti mengajarkan pada anak untuk berbagi.
.
Karena mereka tidak diperbolehkan menggabungkan dua isi keranjang menjadi satu. Ibu guru menggunakan istilah 'belanja' untuk anak - anak yang 'hobi' menggabungkan mainan agar menjadi banyak di keranjangnya. 😂.
.
Suatu siang....
.
"Whuaaaaa," jerit tangis Nino tiba - tiba terdengar.
.
Aku dan salah satu ibu guru segera menghampiri.
.
"Kenapa, No?" Tanya ibu guru.
.
"Tanganku....," Nino menjawab masih sambil menangis.
.
Kami berdua mengamati tangan Nino. Tak ada yang aneh. Dia tengah memegang keranjang balok warna yang isinya berserakan di lantai.
.
"Tanganku sakit," Nino berkata lagi. Karena melihat aku dan ibu guru hanya memandanginya sambil bingung.
.
"Sakit kenapa?" Akhirnya ibu guru bertanya.
.
"Ini...," dengan tangan kiri, Nino menunjuk jari tangan kanannya yang masuk ke lubang keranjang mainan.
.
Oalaaaahh..... Kok bisa?
.
Sambil membantu melepas jari tangan Nino dan menahan tawa, ibu guru memberi nasehat... "Lain kali, jarinya tidak dimasukkan lagi ke dalam lubang kerajang, ya."
.
Lagi? Yups.. karena ini bukan kejadian pertama. Tampaknya Nino penasaran dengan lubang - lubang kecil pada keranjang. 😂.
.
Nino mah, suka ada - ada ajah..
(Posting : ig)
Komentar