Kerudung
Diawal menggunakan kerudung, aku dan mbak sering sekali membeli bahan
dan membawanya ke tempat penjahit langganan untuk dibordir di sepanjang
sisi bahan. Kami suka mengenakan kerudung dengan bordiran.
Seiring waktu berjalan, kami lebih sering menggunakan kerudung pashmina atau kerudung paris. Kerudung dengan bordiran ini lebih sering ditinggalkan. Bahannya yang licin, membuat tatanan kerudung menjadi tidak bisa bertahan lama. Lantaran susah dibentuk, membutuhkan banyak jarum pentul. 😊.
Lalu bagaimana 'nasib' kerudung - kerudung bordiran ini?
Dan inilah ceritanya...
"Dek, ini ada bahan batik tulis. Pemberian orang. Sudah lama banget cuma disimpan. Belum sempat dijahit," mbak mengawali pembicaraan di suatu hari.
Dan seperti biasa, aku sudah tahu yang dia mau. 😁.
"Batik, ya? Adek agak gak pede, nih kalau menjahit batik. Takut salah," aku mengemukakan alasan.
Jadi, untuk bahan - bahan tertentu, aku memilih untuk menjahitkan pada 'ahlinya' alias tukang jahit profesional. Dari pada nanti timbul penyesalan di belakang. 😁.
"Ini motifnya gak susah kok. Tinggal potong disini, trus disini," mbak mulai 'ngomporin'.
Aku
pun mulai memegangi bahan batik ini. Menggelarnya untuk meihat motif
lengkapnya. Memandangi seraya mereka - reka. Mencari ide. Seperti biasa
sebelum mulai menjahit.
"Tapi tangannya gak dapet, deh mbak," aku mulai memberikan 'ulasan'.
"Pakai kerudung ini ajah," jawab mbak seraya mengeluarkan salah satu kerudung bordiran dari tumpukan di lemari.
Maka dengan 'niat kuat untuk menjawab tantangan', aku mulai memasang pola dan menggunting . Menyambung setiap sisi dan memastikan motifnya sudah sesuai dengan yang semestinya.
Hingga ketika hari menjelang siang dan gamis batik ini telah siap pakai, aku tahu kegunaan lain dari kerudung. Selain untuk menutup kepala, kerudung dapat juga dipakai untuk menutup lengan. 😆.
Seiring waktu berjalan, kami lebih sering menggunakan kerudung pashmina atau kerudung paris. Kerudung dengan bordiran ini lebih sering ditinggalkan. Bahannya yang licin, membuat tatanan kerudung menjadi tidak bisa bertahan lama. Lantaran susah dibentuk, membutuhkan banyak jarum pentul. 😊.
Lalu bagaimana 'nasib' kerudung - kerudung bordiran ini?
Dan inilah ceritanya...
"Dek, ini ada bahan batik tulis. Pemberian orang. Sudah lama banget cuma disimpan. Belum sempat dijahit," mbak mengawali pembicaraan di suatu hari.
Dan seperti biasa, aku sudah tahu yang dia mau. 😁.
"Batik, ya? Adek agak gak pede, nih kalau menjahit batik. Takut salah," aku mengemukakan alasan.
Jadi, untuk bahan - bahan tertentu, aku memilih untuk menjahitkan pada 'ahlinya' alias tukang jahit profesional. Dari pada nanti timbul penyesalan di belakang. 😁.
"Ini motifnya gak susah kok. Tinggal potong disini, trus disini," mbak mulai 'ngomporin'.
Aku
pun mulai memegangi bahan batik ini. Menggelarnya untuk meihat motif
lengkapnya. Memandangi seraya mereka - reka. Mencari ide. Seperti biasa
sebelum mulai menjahit."Tapi tangannya gak dapet, deh mbak," aku mulai memberikan 'ulasan'.
"Pakai kerudung ini ajah," jawab mbak seraya mengeluarkan salah satu kerudung bordiran dari tumpukan di lemari.
Maka dengan 'niat kuat untuk menjawab tantangan', aku mulai memasang pola dan menggunting . Menyambung setiap sisi dan memastikan motifnya sudah sesuai dengan yang semestinya.
Hingga ketika hari menjelang siang dan gamis batik ini telah siap pakai, aku tahu kegunaan lain dari kerudung. Selain untuk menutup kepala, kerudung dapat juga dipakai untuk menutup lengan. 😆.
(Posting : ig)
Komentar