Hobi
Salah satu hobi yang aku tekuni saat waktu senggang adalah menjahit.
.
Entah sejak kapan aku menyukai kegiatan ini. Yang pasti, sejak kecil, aku sudah terbiasa melihat ibu menjahit. .
.
Entah sejak kapan aku menyukai kegiatan ini. Yang pasti, sejak kecil, aku sudah terbiasa melihat ibu menjahit. .
Saat SMA, aku mulai serius belajar menjahit. Diawali dengan 'berkenalan' dengan mesin jahit. Bagaimana cara mengoperasikannya. Membuat 'irama' gerakan kaki yang pas saat menggunakan mesin jahit manual. Atau mengira - ira pijakan kaki pada dinamo saat menggunakan mesin jahit listrik. .
Setelah
itu, aku mulai menjahit potongan kain perca. Dijahit bolak - balik
untuk membiasakan tanganku 'sering sejalan' dengan kaki. Meluweskan
gerakan tangan saat memegang kain agar tidak tertusuk jarum. 😀.
Karena tak terhitung berapa kali tanpa sengaja tanganku tertusuk jarum.
Lantaran terlambat merespon gerakan kaki yang sudah keburu menggerakkan
jarumnya. .Baju pertama yang kujahit adalah salah satu seragam SMA ku. Aku menentukan sendiri modelnya, memotong bahan sesuai keinginan dan menjahitnya. Hasilnya? Jauh dari kata bagus. 😜.
.
Potongannya yang 'aneh' karena dibuat lurus saja tanpa detail apapun. Lalu hasil jahitannya yang 'gratal - gratul' alias loncat - loncat. Membuat baju terlihat tidak rapi.
.
Tapi dengan percaya dirinya, aku mengenakannya sebagai salah satu seragam sekolah setiap hari Selasa. Kuabaikan komentar teman - teman tentang seragam 'ajaib' ini. Menulikan telinga, menebalkan muka, melangkah percaya diri. Mungkin itu ungkapan halus untuk menggambarkan betapa 'muka badak'nya aku kala itu. 😀.
.
Saat kuliah, jahitanku sudah semakin rapi. Ini kubuktikan dengan membuat sendiri semua baju untuk kegiatan perkuliahanku. Dan pilihanku adalah gamis. Mengapa aku suka menggunakan gamis? Karena membuatnya gampang. Tinggal dipotong lurus sana sini. Menjahitnya pun jadi cepat. Karena lurus - lurus saja. Dan yang pasti, jauh dari kata 'gagal'. 😂.
(Posting : ig)
Komentar