Cantik
Bersama anak - anak setiap hari, membuatku harus belajar dan terus membiasakan diri untuk mengeluarkan kata - kata baik yang patut dan layak di dengar telinga anak - anak. Padahal aku suka sekali bercanda dengan ibu guru. 😊.
Dan inilah ceritanya...
Pagi hari, Khalisa terlihat hadir dengan keceriaannya. Setelah melambaikan tangan di jendela pada sang ayah, aku yang baru masuk kelas pun menyapanya..
"Hai sayangku, hari ini cantik banget," sapaku pada Khalisa.
Aku biasa menyapa anak - anak dengan panggilan 'sayang', 'cantik', 'ganteng', sholeh, sholehah dan yang sejenisnya. Intinya panggilan baik yang mengandung do'a kebaikan di dalamnya. Tapi bila di teliti lebih dalam lagi, kadang panggilan itu diberikan saat dalam keadaan 'terdesak', aku lupa nama si anak. Maka gelar - gelar itu merupakan panggilan yang aman. 😁.
"Cantik bagai bidadari," lantunan lagu tiba - tiba terdengar dari bibir Nathan.
Serempak aku dan ibu guru menoleh dan...
"Bu Yayuk, hati - hati...," ibu guru langsung mengingatkan.
Aku tersadar. Tadi saat menyapa Khalisa, aku tidak sekedar menyapa. Tapi sekaligus melantunkannya, seperti lagu Syantik-nya SiBad. Ah, maaf, Nak... pagi - pagi ibu sudah gak sadar...😉.
Komentar