Besar
Bila kejujuran terasa amat menyakitkan, maka jangan pernah bertanya pada anak - anak. Karena mereka tak pernah bohong...
Bertahun bermain bersama anak - anak di sekolah, pastinya ada saat ketika jenuh itu datang. Bosan dengan rutinitas. Dan timbul keengganan. Agar tidak berlarut dalam suasana hati yang tak enak, aku sering melakukan kegiatan tak biasa sebagai selingan. Kegiatan yang melibatkan anak - anak.
Mengajak berlomba, bermain petak umpet, bernyanyi, atau kegiatan yang kadang 'tak masuk akal'. 😉. Seperti ini...
"Anakku, Isa hilang!" teriakku tiba - tiba. Menarik perhatian anak - anak.
Ini salah satu trik yang sering kulakukan, ketika menginginkan anak - anak memperhatikan apa yang akan disampaikan. Menaikkan nada suara satu oktaf lebih tinggi, menampakkan wajah panik, serta memunculkan 'drama'.
"Bantu ibu cari Isa, dong. Isa-nya hilang! Ibu tidak bisa menemukannya," aku kembali menarik perhatian.
Sementara anak - anak meninggalkan mainannya untuk membantuku 'menemukan' Isa. Mereka berkeliling diseputaran kelas, hingga..
"Ketemu, Bu Yayuk. Isa dibelakangnya Bu Yayuk," Khalisa yang pertama kali melihat Isa tertawa riang.
"Oiya. Isa sembunyi di belakang ibu," jawabku pura - pura terkejut.
Karena sesungguhnya dari tadi aku telah menempatkan Isa di belakang badanku, sebelum memulai 'drama pencarian'.
"Tadi Isa gak keliatan. Ketutupan Bu Yayuk." Kali ini Nathan memberi alasan.
"Iya. Makanya tadi ibu gak lihat, ya. Ternyata ketutupan," jawabku. "Kok bisa ketutupan, ya?"
"Soalnya badan Bu Yayuk besar," Nathan memberi jawaban yang menohok. Disertai dengan tawa geli para ibu guru.
Gak usah dijelaskan juga kallleeee, Than.... 😂.
Komentar