Bernyanyi
Dibandingkan dengan ibu guru yang lain, maka saat di sekolah, akulah yang paling sering bernyanyi. Dalam setiap kesempatan. Saat bermain, ketika menemani belajar. Juga di waktu menidurkan anak - anak.
Apakah karena suaraku paling merdu?.
Ini bukan soal merdu atau tidak. Tapi lebih pada percaya diri yang 'kebablasan'. 😁. Karena suaraku jauh dari kata merdu. Tak jarang aku harus 'mengejar - ngejar' nada yang lari tak beraturan. Dan ketika berhasil 'menangkap'nya, aku sudah keburu kehabisan napas. Maka bubarlah lagu yang dinyanyikan. 😂.
Karena terbiasa mendengar suara yang 'tak jelas', anak - anak pun tak pernah mengajukan protes apapun saat aku bernyanyi. Bahkan tak jarang, justru mereka yang mengajakku untuk bernyanyi bersama. 😜.
Satu lagi yang membedakan dengan ibu guru lainnya, aku lebih sering menyanyikan lagu - lagu milik AT. Mahmud, Bu Kasur dan pencipta - pencipta lagu di masa lalu. Itu sebabnya, lagu yang kuperdengarkan pun adalah lagu - lagu lama. Seperti 'Amelia', 'Desaku', 'Rayuan Pulau Kelapa' dan yang sejenis itu. Lagu yang pastinya asing di telinga anak - anak. Namun mereka sukai.
Mungkin aku menuruni kebiasaan ibu, yang sering bersenandung saat beraktivitas. Beliau juga yang mengajariku menyanyikan banyak lagu - lagu itu. Maklumlah, ibu adalah mantan guru TK. Beliau menjadi guru TK di jamannya. Jadi tak heran bila kemudian, beliau hafal banyak lagu anak di masa itu dan suka bernyanyi.
Bahkan di usia yang sekarang pun, aku masih sering mendengar ibu bersenandung seraya memasak di dapur atau meracik - racik bahan makanan.
Jadi.... bukankah buah jatuh tak jauh dari pohonnya? 😍.
Selamat ulang tahun ke 72, Ibu..
Barakallah..
Semoga Ibu selalu dalam lindunganNya..
Sehat dan bahagia selalu..
Komentar