Ular

Di sekolah, ibu guru tidak mengajarkan calistung pada anak - anak. Namun mengenalkan huruf dan angka melalui bunyi dan lambangnya.
.
Ada banyak caranya..
.
Untuk mengenalkan lambang huruf, ibu guru menuliskan nama anak digelas yang sehari - hari dipakai di sekolah. Atau menggunakan papan nama karya yang juga bertuliskan nama mereka. .
Nama yang dipakai adalah nama panggilan. Dan penulisannya harus sama saat dituliskan di gelas, papan nama karya, sikat gigi dan lainnya. Agar mereka tidak bingung.
.
Untuk mengenalkan bunyi angka, ibu guru biasanya mengajak anak - anak berhitung. Menghitung sesuatu saat bermain atau belajar.
.
Berikut, ceritanya...
.
"Ayuk, ini ular," Kiki menunjukkan karyanya padaku, yang terbuat dari plastisin. Sebuah bentuk pipih memanjang.
.

"Oya? Ada berapa ularnya, Ki?"
.
"Lima!" Kiki menunjukkan lima jari tangan kanannya.
."Coba dihitung lagi."
.
"Satu..dua..tiga..empat," Kiki menghitung mengikuti saranku. .
"Jadi berapa, Ki?"
.
"Empat!" Jawabnya seraya tetap menunjukkan kembali lima jari tangan kanannya.
.
Aku sudah mulai tak tahan untuk tertawa. "Yang benar, lima atau empat, Ki?"
.
"Tiga!" Sebuah jawaban baru diberikan Kiki. Tapi tetap dengan memberikan kelima jari tangannya.
.
Dan aku sudah tak tahan lagi untuk tertawa. Jadi.. yang benar berapa, nih? Ibu bingung, Ki. 😂.

Komentar

Postingan Populer