Salah
Ketika di sekolah, aku biasa memanggil anak - anak dengan 'label' kata tertentu. Seperti : ganteng, cantik, sholeh, sholehah. Menurutku, label yang menyertai nama mereka adalah kata - kata yang baik. Yang di dalamnya terkandung do'a. Karena saat di sekolah, ibu guru adalah 'pengganti' orang tua, maka kata - kata yang keluar pun harus baik. Agar menjadi do'a yang baik juga untuk anak - anak. 😊.
Dan ini adalah ceritanya...
Pagi ini, ibu guru di kelas 4 - 5 tahun mengajak anak - anak bermain di sentra persiapan. Ada banyak jenis permainan yang disiapkan. Meronce, menjiplak, menggambar, menebalkan titik - titik dan kolase kertas warna. Anak - anak diberi kebebasan untuk memilih jenis permainan yang diinginkan.
Tampak Khalisa memilih untuk menebalkan titik - titik. Ini adalah permainan untuk mengenalkan lambang huruf pada anak. Bila titik - titik itu berhasil dihubungkan satu sama lain hingga membentuk garis tebal, maka akan terlihat huruf nama masing - masing anak.
Dengan menggunakan crayon, Khalisa tampak serius menebalkan kertas bertitik - titik dihadapannya. Beberapa kali dia membenahi kerudungnya, karena menutupi mata. Hingga..
"Sholehah, kerudungnya dilepas ajah, ya," aku menyarankan.
Khalisa mengangguk dan segera beranjak meletakkan kerudungnya di keranjang pakaian anak - anak. Bersamaan dengan itu, terdengar suara..
"Kalau sholehah, kerudungnya gak dilepas, Bu," celetuk ibu guru.
Aku nyengir kuda mendengar celetukan ini. Ah, iya! Aku telah salah menempatkan kata. 😊.
(Posting : fb)
Komentar