Salad Sayur

Lahir, besar dan dewasa di sebuah desa di Jawa Tengah, membuat lidah bapak terbiasa dengan makanan lokal. Seperti tiwul, gatot, klepon, sayur lodeh dan yang sejenisnya.

Baru beberapa tahun belakang saja, bapak mulai mengenal pizza. Itu karena melihat dua keponakan cantik yang tampak nikmat makan pizza. Dan bapak ikut mencicipi. Ternyata, lidah bapak menerima rasa pizza. 😊.

Atau burger. Awalnya karena kami belajar meracik burger sendiri dan mencoba menyajikannya pada bapak. Kali ini pun, lidah bapak mau 'bersahabat'.

Juga macaroni schotel. Setiap lebaran atau ketika ada acara di rumah, ini adalah salah satu makanan yang sering dihidangkan ibu. Bapak pun tertarik untuk merasai. Kembali lidah bapak menyukainya.

Maka, inilah ceritanya...

"Dek, salad tuh apaan, sih?" Tanya bapak di suatu pagi. .
Saat itu bapak tengah menyaksikan sebuah acara di televisi yang menampilkan hidangan salad di sebuah restoran.

"Mirip pecel, Pak. Tapi bumbu kacangnya diganti pakai mayonaise, keju, saos," aku mencoba memberi penjelasan. "Sayurannya mentah. Bapak mau nyobain?" Aku menawarkan.

Raut wajah bapak seketika berubah. Aneh gitu. Gak jelas. Yang bila diterjemahkan dalam sebentuk kalimat, maka akan berbunyi, "Apa enaknya?." 😂.

"Gak mau," jawab bapak. Yakin dan mantap. 😀.

Dan aku sudah menduganya sejak awal...

Sehat terus bapak di usia ke - 72. .
Selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah. Bahagia di usia senja. .
Semoga diberikan umur panjang, usia yang bermanfaat.
Barakallah..
 
(Posting : ig)

Komentar

Postingan Populer