Roti
Salah satu kegiatan main yang sering dilakukan anak - anak di sekolah adalah bermain peran. Menirukan kegiatan orang dewasa disekitarnya. Seperti berperan menjadi dokter, pedagang, pilot dan banyak lagi.
Maka, inilah ceritanya...
"Beli.. beli.. Roti..roti," Azel berteriak layaknya pedagang kaki lima.
Di depannya berjajar balok berbentuk lingkaran dengan beragam warna. Sementar kedua tangannya memegang balok panjang.
Hana yang tak jauh darinya, datang menghampiri dan berkata, "Hana beli."
"Antri dulu," jawab Azel.
Ibu guru yang memperhatikan, bertanya heran, "Zel, khan yang mau beli roti cuma Hana. Kok disuruh antri?"
"Ini buat Nino dulu," jawab Azel.
"Nino khan gak beli. Nino sedang main dengan Mas Nathan," ibu guru memberitahu.
"Ndak. Nino beli roti dulu," ujar Azel dengan wajah memelas. Hampir menangis.
"Nino gak ikutan main. Jadi, Nino gak ikutan beli rotinya Azel," Ibu guru mencoba menjelaskan. "Hana yang mau beli roti," lanjut beliau.
Apa yang terjadi?
Azel menangis. Meminta Nino untuk membeli rotinya.
Lha? Kok jadi aneh? Penjualnya memaksakan kehendak. 😂.
Komentar