Rolling Door

Tidak seperti bangunan sekolah pada umumnya, maka bangunan TPA AMALIA menyatu dengan rumah induk. Itu sebabnya, bila tidak ada papan nama sekolah, maka orang akan beranggapan bahwa ini adalah rumah biasa.

Desain sekolah yan menyatu dengan rumah induk, memang sengaja dibuat untuk memberikan kesan seperti di rumah sendiri. Sehingga anak - anak lebih mudah beradaptasi dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah. 

Maka, inilah ceritanya...

Myesha adalah anak baru di sekolah. Ini adalah pekan keduanya bermain dan belajar dengan teman - teman. Masih menangis. Sesekali. Namun sudah mulai nyaman ketika ditinggal orang tua. Hanya satu saja 'ketakutan' yang dimilikinya. Yaitu melihat dan mendengar suara rolling door diturunkan.

Jadi, penutup ruang kelas di Amalia, tidak menggunakan pintu. Melainkan dua buah rolling door. Saat anak - anak akan tidur siang, rolling door ini akan ditutup. Dan dibuka kembali saat mereka dijemput di sore hari.

Di hari - hari pertama di sekolah, Myesha selalu menangis ketika ibu guru menurunkan rolling door. Memasuki pekan kedua, ibu guru mengajaknya untuk 'tidak takut' pada bunyi suara pintu yang bergulung ini. Caranya, dengan meyakinkan Myesha untuk berani mendengarkan suara yang terdengar saat benda dari alumunium ini diturunkan.

Ibu guru menggunakan kalimat 'Myesha berani', bukan 'jangan takut' untuk memberikan sugesti positif pada gadis kecil ini. Bila menggunakan kalimat 'jangan takut', maka kata terakhir yang terekam adalah 'takut' dan itu memberi sugesti negatif. Namun ketika kalimat 'Myesha berani' didengungkan, maka yang diingatnya adalah kata 'berani'. Dan ini mampu memberi sugesti positif.

Setelah meyakinkan bahwa dia berani, selanjutnya ibu guru mengajaknya untuk turut menutupkan rolling door. Agar Myesha memiliki pengalaman memegang langsung benda yang selama ini ditakutinya. Juga mendengarkan bunyi suara yang terdengar dari gerakan rolling door tersebut.

Awalnya, Myesha tampak ragu dan takut untuk mengikuti ajakan ibu guru. Namun dengan dorongan semangat yang diberikan ibu guru, layaknya menyemangati peserta lomba tujuhbelasan, membuat Myesha mampu mengalahkan rasa takutnya. 

Daaaannn... sekarang Myesha tak lagi takut dengan suara rolling door. Justru menjadi yang paling semangat membantu ibu guru menutupnya saat siang hari tiba. 😀.

Komentar

Postingan Populer