Tebakan
Bermain dan belajar bersama anak - anak, membuat ibu guru harus pandai memahami apa yang mereka inginkan, mereka ucapkan dan mereka lakukan. Agar tidak terjadi salah paham antara ibu guru dan muridnya. Bahkan untuk hal - hal yang mungkin terasa 'ajaib' sekalipun, ibu guru tidak boleh 'menyerah' untuk memahaminya. 😊.
Seperti ini....
"Ayuk," Kiki memanggil seraya menghampiriku. Kata itu bermakna sebuah panggilan untuk Bu Yayuk.
"Iya, Kiki," jawabku. "Oya, kemarin kok gak masuk? Kiki kemana?" aku meneruskan dengan bertanya.
"Mah."
"Kiki main di rumah," aku membuatkan kalimat lengkapnya. "Main apa?"
"Ki..Mah..Pe," Kiki berkata dengan potongan - potongan kata.
Jadi, walaupun usianya sudah beberapa bulan melewati angka 4, Kiki masih belum bisa mengucapkan sebuah kata secara lengkap. Terlebih lagi sebuah kalimat. Ucapan yang keluar dari mulutnya adalah suku kata terakhir dari kata yang dimaksudkannya.
Dan potongan kata yang diucapkannya barusan, bakalan membuat pusing tujuh keliling bila ibu guru sedang tidak fokus. 😆.
Tapi karena ini masih pagi, maka aku masih mampu merangkai kalimat yang dimaksudnya, "Kiki di rumah main hp." 😊.
Kiki mengangguk tanda setuju. Sementara ibu guru tertawa geli mendengarkan perbincangan kami. 😂. Dibutuhkan Ilmu tebak - tebakan tingkat dewa, nih.
Komentar