Sepatu
Pagi hari...
Karena ada laporan yang harus segera dikirim, maka sepagian ini aku sudah sibuk dengan laptop dan printer.
"Anak - anak, sekarang sandal dan sepatunya silakan dibawa masuk. Boleh
bawakan sepatu dan sandalnya ibu guru," begitu pengumuman dari salah
satu ibu guru.
Maka anak - anak
pun mulai mengikuti arahan dari ibu guru. Mengambil sandal atau sepatu
mereka. Untuk di taruh di rak. Di halaman belakang sekolah.
"Bu Yayuk," sebuah panggilan kudengar.
Aku yang tengah mengetik pun segera mengangkat wajah. Tapi sontak terkejut. Ada sepasang sepatu di jarak sekitar 20cm dari wajahku.
Arra tengah menunjukkan sepasang sepatu milikku. Dia ingin menyampaikan bahwa dia telah membawakan sepatuku ke dalam.
Sambil tersenyum manis, aku pun berucap, "Terima kasih, mbak Arra. Sudah bantu bawakan sepatu ibu." Dan melanjutkan dengan suara lirih sekali, "Tapi gak gitu juga kali, Nak." 😁.
Kejadian lagi, deh. Ada sepatu di depan wajah. 😂.
(Posting : fb)
"Bu Yayuk," sebuah panggilan kudengar.
Aku yang tengah mengetik pun segera mengangkat wajah. Tapi sontak terkejut. Ada sepasang sepatu di jarak sekitar 20cm dari wajahku.
Arra tengah menunjukkan sepasang sepatu milikku. Dia ingin menyampaikan bahwa dia telah membawakan sepatuku ke dalam.
Sambil tersenyum manis, aku pun berucap, "Terima kasih, mbak Arra. Sudah bantu bawakan sepatu ibu." Dan melanjutkan dengan suara lirih sekali, "Tapi gak gitu juga kali, Nak." 😁.
Kejadian lagi, deh. Ada sepatu di depan wajah. 😂.
(Posting : fb)
Komentar