Senyum

Selalu ada cerita ketika menemani bapak - ibu untuk tetap sehat di usia senja...😊...

Semua dokter yang merawat ibu dan bapak adalah dokter - dokter cantik dan tampan. Karena mereka perempuan dan laki - laki. 😀. Selain itu, mereka juga dokter - dokter yang ramah dan komunikatif. Mampu menyampaikan hal - hal penting dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Juga dapat menjawab pertanyaan kami dengan jelas dan tepat. Sehingga membuat bapak dan ibu merasa nyaman dalam perawatan mereka.

Dan inilah ceritanya...

Karena sebuah kebijakan dari 'atas' sana, maka rumah sakit rujukan yang selama ini menjadi tempat ibu berobat, mengalami lonjakan pasien yang sangat drastis. Membuat waktu untuk menjalani pemeriksaan menjadi lebih panjang.

"Mbak, dokternya kok gak ditambah lagi?" begitu pertanyaan yang diajukan mbak kepada bagian pendaftaran, saat mengantarkan ibu beberapa hari lalu.

"Sebenarnya sudah ada dua dokter, Bu," jelas si petugas. "Tapi pasiennya gak mau dengan dokter yang baru. Maunya cuma diperiksa sama dokter ... (dia menyebutkan nama sang dokter)."

"Iya, sih mbak. Soalnya dokternya khan ramah banget," ujar mbak membenarkan.

"Begitulah, Bu. Kata pasiennya, disenyumin dokternya saja, sakitnya langsung sembuh," petugasnya menambahkan.

Dan aku yang mendapati cerita ini langsung tertawa. Kalau sudah begini, obat sudah tidak dibutuhkan lagi. Cukup dengan memandangi si dokter, maka sakit akan terbang melayang. 😁

Pesan buat teman - teman dokter... perbanyak senyum pada pasiennya, ya. Biar tidak perlu memberi banyak obat. 😂.

Komentar

Postingan Populer