Sandal

Setiap pagi, sebelum mulai belajar, anak - anak diminta untuk menyimpan alas kakinya di rak yang sudah disiapkan. Selain itu, mereka juga dapat membantu membawakan sepatu ibu guru. Juga untuk disusun di rak.

Dan begini yang terjadi hari ini...

"Anak - anak, silakan bawa masuk sandal dan sepatunya. Boleh bawakan juga sepatunya ibu guru." Begitu pengumuman yang kusampaikan.

Maka satu persatu anak membawa alas kaki masing - masing. Secara bergilir, menyusunnya di rak yang terletak di halaman belakang. 

Tiba - tiba, terdengar suara tangisan. Serempak ibu guru melihat sumber suara tersebut. Tampak Azel menangis sendiri di depan pintu kelas. Melihat dari derasnya air mata yang berjatuhan, tampaknya Azel sangat bersedih.

Aku datang menghampirinya. Dengan wajah keheranan, aku bertanya, "Azel kenapa? Kok menangis?"

"Sepatu Dedek gak ada," jawabnya. Azel membahasakan dirinya dengan 'Dedek'.

"Gak ada? Kok bisa?" aku bertanya pada ibu guru lainnya. Heran.
Lalu...
"Tadi Azel ke sekolah pakai apa? Sandal atau sepatu?" Aku kembali bertanya.

"Sandal," jawabnya sambil menunjuk sepasang sandal warna merah di depan pintu.

Gubrak!! Rasanya pengen pingsan... 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer