Remah - Remah
Disebuah kumpul keluarga di lebaran kemarin...
Seperti biasa, di lebaran kedua, kami berkumpul di rumah salah satu adik ibu di daerah Jakal. Layaknya lebaran, maka kue - kue pun telah banyak tersaji. Namun ada yang tidak biasa. Yang kemudian diserbu beramai - ramai hingga ludes tak bersisa dalam waktu singkat. Apalagi kalau bukan singkong keju.
"Bul, ini singkong keju yang dipinggir jalan masuk, ya?" tanyaku pada adik ibu.
"Iya. Itu tadi pagi belinya. Soalnya bosan sama kue yang di rumah," jawab bulekku.
"Gak ada remah - remahnya, Bul?"
"Gak ada. Beli lagi ajah," saran bulekku yang di setujui secara aklamasi oleh saudara - saudaraku yang lain.
"Iya. Mbak Yay ajah yang beli. Biar dapat remah - remah gratisan," begitulah bunyi permintaan yang kudengar. "Jangan lupa penjualnya diajak ngobrol dulu."
Aku nyengir kuda mendengar saran ini. Dan segera beranjak bersama salah satu adik sepupuku.
Sesampainya di kios penjual singkong keju, sebuah sapaan langsung dilontarkan sang penjual, "Tadi masnya sudah beli khan?"
Dia bertanya pada adik sepupuku, yang dijawab dengan senyuman olehnya.
Sementara aku kembali 'beraksi'. ☺️. Memesan singkong keju. Sambil ngobrol kesana kemari. Dan ketika pesananku sudah selesai,.. "Mbaknya suka remah - remah, ya?" tanya sang penjual. Karena melihatku begitu menikmati remah - remah singkong keju setelah sebelumnya minta ijin terlebih dahulu pada sang penjual.
Mendengar pertanyaannya, aku tersenyum malu (atau malah malu - maluin, ya? 😜). Dan itu sudah cukup mewakili sebuah jawaban yang berarti 'iya'. Maka dengan baik hati, sang penjual (kembali) memberiku remah - remah singkong keju. 😂.
(Posting : fb)
Komentar