Pink

Ketika bermain di sentra bahan alam, Ibu guru kelas 4 - 5 mengajak anak - anak bermain air. Caranya, air yang sudah diberi sabun pencuci piring dipindahkan ke dalam toples menggunakan spon. Dan pemenangnya tentu saja yang toplesnya duluan penuh dengan air sabun.

Permainan ini bertujuan untuk melatih jari jemari anak - anak. Meremas, memegang. Agar lentur. Tidak kaku. Juga melatih indra perabanya. Merasakan tektstur halus dan kasar pada spon. Dan mengajarkan sportivitas pada anak. Yang menang tidak sombong. Dan yang kalah tidak berkecil hati. Berlapang dada menerima kekalahan. Mencoba lagi di lain waktu. 😊.

"Biar enak lombanya, kita pakai kursi saja, ya," ujar ibu guru seraya beranjak untuk mengambil kursi plastik kecil. Kursi yang biasa dipakai untuk anak - anak bermain di sentra bahan alam.

"Aku mau kursi warna pink, ya Bu," pinta Khalisa. "Aku khan cantik," tambahnya.

Ha?

Aku dan ibu guru terpana. Saling pandang. Percaya dirinya tinggi, nih. 😂.

"Gak cuma Khalisa yang cantik. Ibu juga cantik," Ibu guru tidak mau kalah.

"Yang cantik, tuh mbak - mbak. Bukan ibu - ibu," jawab Khalisa yakin. Dan ituuuu.... menyakitkan untuk ibu guru... 😂.

(Salah ibu guru juga, sih. Selama ini doktrinnya adalah 'semua mbak - mbak, tuh pasti cantik'... belum pernah dinyatakan bahwa 'semua ibu - ibu juga cantik'...😜)

Komentar

Postingan Populer