Nasi Goreng
"Titi, mbak mau bikin nasi goreng."
Keponakan cantik yang sulung beranjak ke dapur dengan membawa sepiring nasi. Tampaknya pagi ini, dia ingin belajar membuat nasi goreng.
"Ya bikin ajah," jawab ibu, yang biasa dipanggil 'Titi' oleh keponakanku. "Kupas dulu bawangnya," tambah ibu seraya mengangsurkan beberapa siung bawang merah dan bawang putih.
"Pake ini, Ti? Untuk apa?" tanya keponakanku heran.
"Ini untuk bumbunya."
"Pake bumbu? Kalau ibu bikinnya cuma pakai margarin trus dikasih telur," ujar keponakanku dengan wajah polos. Tanpa dosa.
Maka spontan aku dan ibu tertawa geli. 😀.
Jadi ingat beberapa waktu lalu, saat aku antri nomer pendaftaran di rumah sakit. Karena harus berangkat pagi sekali, maka mbak membekaliku dengan nasi goreng buatannya. Ketika kusantap, terasa aneh di lidah. Rasa yang dominan adalah asin dari margarin.
Aku pun 'protes' pada mbak perihal nasi goreng yang rasanya 'ajaib' ini. Tapi tahukah apa jawaban mbak?
"Sudah dimakan ajah! Gak usah cerewet!"
Dan aku manut. Takut kualat. 😂.
(Posting : fb)
(Posting : fb)
Komentar