Kerudung Bagus
Di sekolah, ibu guru memasang cermin seukuran badan anak. Ditempel di
dinding. Ditempat yang rendah. Agar anak - anak mudah menggunakannya.Untuk apa ada cermin di sekolah?
Ibu guru menjadikan cermin sebagai alat bantu saat menjelaskan tentang anggota tubuh. Khususnya yang tidak dapat atau sulit dilihat langsung oleh anak - anak. Seperti telinga, hidung, mulut.
Juga untuk menunjukkan beragam ekspresi wajah. Seperti menangis, tertawa, bahagia, sedih. Ibu guru akan mencontohkan sebuah ekspresi dan anak dapat melihat ekspresi yang mereka buat di depan cermin.
Selain itu, cermin juga bisa digunakan untuk membujuk anak yang sedang menangis, bete, marah - marah. 😊. Mereka diajak melihat raut wajahnya, seraya di'bombardir' dengan kalimat - kalimat rayuan. Yang bermuara pada satu kalimat saja "cantik atau gantengnya hilang". 😁.
Disaat senggang, cermin ini juga dapat menjadi 'sumber keributan'. Seperti ini...
Sedari pagi ketika hadir di sekolah, Khalisa sudah menjadikan cermin sebagai tempatnya bermain. Mematut - matutkan diri. Memperbaiki kerudungnya di sana sini. Melenggak - lenggok. Tampaknya dia sedang mengagumi diri sendiri. 😉.
Tak lama kemudian, datanglah Thifa menghampiri. Atau lebih tepatnya 'mendorong dengan paksa' agar Khalisa beralih dari depan cermin. Karena Thifa pun ingin memandangi diri di sana.
"Thifa awas. Aku sudah duluan," suara galak Khalisa terdengar. Dia tidak suka kesenangannya diusik.
Thifa tidak menghiraukan Khalisa. Lebih tepatnya. Thifa tidak mendengar Khalisa. Karena memang Allah telah mengambil salah satu nikmat pendengaran Thifa. Dia hanya tersenyum pada Khalisa kemudian beralih lagi memandangi diri di cermin.
"Bu Yayuk, Thifa dorong aku," Khalisa datang menghampiriku. Melaporkan kejadian yang sedari tadi telah kuamati.
"Khalisa lagi senang bercermin, ya?" Aku mengabaikan laporannya. "Ibu lihat dari tadi, Khalisa di depan cermin terus."
"Aku mau bikin kerudung bagus," jawabnya seraya mengikat kerudungnya di belakang. Layaknya para hijabers.
"Oya? Khalisa lihat kerudung bagus dimana?" Tanyaku penasaran.
"Di You Tube. Sama kakak," jawabnya sambil tetap mematut - matutkan kerudung di depanku.
O.. pantas saja..😀.
(Posting : ig)
Komentar