Berat

Kebiasaan membaca dan melihat - lihat isi buku, menjadi kegiatan wajib di sekolah. Sebelum tidur siang, anak - anak dipersilakan untuk memilih buku di rak yang sudah disediakan. Mereka boleh menentukan sendiri, buku apa yang diinginkan.

Ada buku cerita tentang hewan, angkasa luar, tumbuh - tumbuhan, moral, budi pekerti dan masih banyak lagi.

Anak - anak juga dikenalkan dengan cara menyayangi buku. Memperlakukan buku dengan baik dan benar. Agar mereka menjadi tahu cara merawat buku. Tidak hanya dibaca dan dilihat isinya. Namun juga dirawat agar bukunya tidak mudah rusak atau robek.

Ketika ada anak yang memperlakukan buku tidak dengan semestinya, seperti merobek, melempar buku atau menjadikan buku sebagai mainan, maka ada 'hukuman' yang harus diterima. Bunyi 'hukuman' ini selalu diulang dan diingatkan terus. Sehingga anak - anak pun bisa saling mengingatkan temannya. Agar menjaga dan merawat buku.

'Hukuman' untuk anak yang melanggar adalah tidak boleh memilih buku sendiri selama 1 pekan. Namun tetap bisa ikutan membaca buku yang dipilih temannya. Alias 'nunut baca'. Karena cuma ikutan, jadi tidak boleh protes kalau buku yang diambil, tidak sesuai dengan keinginannya. 😊.

Dan... inilah ceritanya..

"Mbak Yayuk, bacain bukuku," pinta Nino siang ini.

Aku melihat buku yang dibawanya. Dan langsung merasa bahwa buku ini terlalu berat untuk Nino. Dalam arti kiasan maupun sesungguhnya. 😂.

Karena buku yang dipilihnya adalah buku bacaan ibu guru. Yang kebetulan raknya bersebelahan dengan buku bacaan anak - anak.

"No, ini bukunya ibu guru. Ganti ajah buku yang lain," perintahku.

"Bacain yang ini," Nino bersikukuh.

Oklah. Kuturuti kemauannya. Walau dengan senyum yang sudah mendekati tawa lebar. Maka aku pun mulai membuka halaman pertama.

Belum selesai alinea pertama, Nino sudah menyerah...

"Sudah mbak Yayuk," ujarnya. "Bukunya gak ada gambar."

Ya iyalah.. Dari tadi disuruh ganti buku, Nino gak mau, sih... 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer