Warisan

Ceritanya berawal saat beberapa waktu lalu, ketika mbak mendapatkan 'warisan' buku dari almarhum bapak mertuanya.

Berpuluh - puluh buku novel dibawanya dari Jawa Timur untuk dipindahkan ke rumah. Dan itu baru sebagian kecil saja (menurutnya). Akan ada 'kloter' berikutnya, yang akan membawa sisa buku yang masih buanyak itu.

Dan, ini tentu saja menyenangkan. Karena membaca buku adalah salah satu hal yang aku suka.

Beragamnya pengarang novel membuatku agak bingung memilih buku karangan siapa yang akan kubaca terlebih dulu. Dan berdasarkan pilihan letaknya yang paling mudah dijangkau saat sedang 'melantai', maka novel S. Mara GD menjadi 'juara', yang terpilih untuk dibaca duluan.

Awalnya, aku sangat 'tertib'. Membaca dari halaman pertama hingga akhir. Tapi setelah beberapa buku, aku mulai 'mangkel', 'jengkel', 'gak suka'. Karena selalu salah menebak siapa pembunuhnya. 😀.

Hingga kemudian terbersit untuk berbuat 'curang'. Setiap mulai membaca sebuah judul cerita novel, aku memulainya dari 2 bab terakhir. Baru beralih ke halaman pertama. ☺.

Bila sebelumnya pertanyaan yang muncul di benakku adalah 'siapa, nih pembunuhnya?'. Sekarang sudah berganti. 'Mengapa dia membunuh?' 😁.

Sebuah cara membaca buku misteri yang gak seru banget. Tapi setidaknya aku tetap menyelesaikan membaca satu judul novel. Walaupun sudah tahu bagaimana akhirnya. 😉.

(Posting : fb)






Komentar

Postingan Populer