Warisan
Ceritanya berawal saat beberapa waktu lalu, ketika mbak mendapatkan 'warisan' buku dari almarhum bapak mertuanya.
Berpuluh
- puluh buku novel dibawanya dari Jawa Timur untuk dipindahkan ke
rumah. Dan itu baru sebagian kecil saja (menurutnya). Akan ada 'kloter'
berikutnya, yang akan membawa sisa buku yang masih buanyak itu.
Dan, ini tentu saja menyenangkan. Karena membaca buku adalah salah satu hal yang aku suka.
Beragamnya
pengarang novel membuatku agak bingung memilih buku karangan siapa yang
akan kubaca terlebih dulu. Dan berdasarkan pilihan letaknya yang paling
mudah dijangkau saat sedang 'melantai', maka novel S. Mara GD menjadi
'juara', yang terpilih untuk dibaca duluan.
Awalnya, aku sangat
'tertib'. Membaca dari halaman pertama hingga akhir. Tapi setelah
beberapa buku, aku mulai 'mangkel', 'jengkel', 'gak suka'. Karena selalu
salah menebak siapa pembunuhnya.
.
Hingga
kemudian terbersit untuk berbuat 'curang'. Setiap mulai membaca sebuah
judul cerita novel, aku memulainya dari 2 bab terakhir. Baru beralih ke
halaman pertama.
.
Bila
sebelumnya pertanyaan yang muncul di benakku adalah 'siapa, nih
pembunuhnya?'. Sekarang sudah berganti. 'Mengapa dia membunuh?'
.
Sebuah
cara membaca buku misteri yang gak seru banget. Tapi setidaknya aku
tetap menyelesaikan membaca satu judul novel. Walaupun sudah tahu
bagaimana akhirnya.
.
(Posting : fb)

Komentar